Antisipasi Cuaca Ekstrem, Januari Hingga Maret, Rinjani Tertutup untuk Pendaki

  • Whatsapp
WISATAWAN berfoto usai mendaki puncak Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Minggu (27/12/2020). Foto: rul
WISATAWAN berfoto usai mendaki puncak Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Minggu (27/12/2020). Foto: rul

MATARAM – Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan menutup wisata pendakian mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2021 mendatang. Menurut Kepala Balai TNGR Dedy Asriady, penutupan dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, selain untuk pemulihan ekosistem kawasan. “Untuk pendakian, hingga 31 Desember 2020 masih buka dengan kuota Sembalun dan Senaru sebanyak 75 pendaki, Aikberik dan Timbanuh sebanyak 50 pendaki,” ujar Dedy, Minggu (27/12/2020).

Menurutnya, penutupan pendakian ke Gunung Rinjani telah dituangkan dalam pengumuman melalui akun Instagram @gunungrinjani_nationalpark, Selasa (15/12/2020). Berdasarkan keterangan dalam surat tersebut, penutupan dilatarbelakangi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Mataram tentang potensi angin kencang, hujan lebat, dan banjir di Pulau Lombok.

Bacaan Lainnya

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penutupan jalur pendakian dalam kawasan TNGR yang akan berlangsung hingga Maret tahun depan. Jalur Pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara; Jalur Pendakian Sembalun, Kabupaten Lombok Timur; Jalur Pendakian Timbanuh, Kabupaten Lombok Timur; Jalur Pendakian Aikberik, Kabupaten Lombok Tengah. Bagi yang akan mendaki mulai 31 Desember 2020, TNGR mewajibkan mereka segera check-out maksimal 2 Januari 2021 di masing-masing pintu pendakian.

Baca juga :  Motor Hantam Pondasi Bangunan, Satu Tewas

Selain penutupan jalur pendakian, destinasi wisata non-pendakian pun ditutup mulai 18 Desember 2020–31 Maret 2021. Lokasi dimaksud yakni air terjun Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur; air terjun Mayung Polak, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur; air terjun Mangku Sakti via Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur; Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Penutupan dilakukan untuk antisipasi banjir bandang.

Antisipasi Nataru di Rinjani
Dedy memaparkan, pihaknya tidak memberlakukan syarat baru khusus untuk pendakian pada periode Natal dan Tahun Baru 2021 selain kuota pendakian. Kendati demikian, dia mengimbau seluruh pendaki yang hendak merayakan pergantian tahun tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak di antara pendaki. “Mengimbau untuk lebih menjaga pribadi dalam hal keselamatan, karena cuaca juga sering hujan dan angin kencang,” pesannya.

Jika ingin mendaki, imbuhnya, syaratnya masih sama yakni periode pendakian masih tiga hari dua malam, dan calon pendaki wajib registrasi secara daring. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.