ANBK SMP, Pembelajaran Tatap Muka di Denpasar Tetap Jalan

  • Whatsapp
KEPALA SMPN 10 Denpasar, Wayan Sumiara, mengecek persiapan perangkat komputer untuk kegiatan ANBK mulai, Senin (4/10/2021). Foto: ist
KEPALA SMPN 10 Denpasar, Wayan Sumiara, mengecek persiapan perangkat komputer untuk kegiatan ANBK mulai, Senin (4/10/2021). Foto: ist

DENPASAR – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Denpasar tetap dijalankan meski mulai Senin (4/10/2021) hingga Kamis (7/10/2021) akan dilaksanakan Asemen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SMP. ANBK tingkat SMP di Kota Denpasar diikuti 80 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 3.363 siswa kelas VIII. Tiap sekolah  terdiri dari 45 siswa dan cadangan 5 orang yang sebelumnya telah dipilih secara acak oleh Kemendikbudristek.

Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengatakan, ANBK tingkat SMP dibagi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama (Senin, 4 Oktober s.d Selasa, 5 Oktober 2021) dan gelombang kedua (Rabu, 6 Oktober s.d 7 Oktober 2021). Dalam pelaksanaan ANBK, sekolah yang menumpang sebanyak 6 sekolah, mandiri sebanyak 11 sekolah dan sekolah yang mandiri dan ditumpangi sebanyak 63 sekolah. Pengawasan ruang ANBK dilakukan secara silang, yakni penempatan guru untuk mengawas ke sekolah lain di luar sekolah tempat mengabdi.

Bacaan Lainnya

“Silang berarti guru dari sekolah A akan mengawas di sekolah B dan sebaliknya, sehingga tidak ada guru yang mengawas di sekolah tempat mengabdi,” kata Agung Wiratama, Minggu (3/10/2021).

Lebih lanjut dikatakan Wiratama, seluruh kepala SMP di Kota Denpasar telah menandatangani pakta integritas pelaksanaan ANBK. Ada empat point dalam pakta integritas tersebut.

Baca juga :  Pemkot Jayapura Tegaskan Kesiapan Gelar PON Papua

Pertama, sanggup meningkatkan kualitas, kridebilitas, dan akuntabilitas pelaksanaan Asesmen Nasional untuk peningkatan mutu pendidikan. Kedua, sanggup melaksanakan tugas sesuai Prosedur Operasional Standar penyelenggaraan Asesmen Nasional Tahun 2021 dan menyukseskan pelaksanaan Asesmen Nasional tahun 2021. Ketiga, sanggup menjaga keamanan dan kerahasiaan bahan Asesmen Nasional; dan keempat, sanggup melaksanakan Asesmen Nasional secara jujur dan penuh tanggungjawab.

‘’Dalam lembar pakta integritas yang ditandatangani per 27 Agustus 2021 tersebut, pelanggaran terhadap hal-hal yang telah dinyatakan dalam pakta integritas itu, berakibat sanksi sesuai dengan hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,’’ lugas Wiratama.

Wiratama juga memastikan bahwa pada saat pelaksanaan ANBK, Disdikpora akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, pelaksanaan ANBK itu sudah diasesmen oleh Satgas Covid-19 Kota Denpasar, sehingga nantinya pelaksanaannya akan dibagi ke dalam beberapa sesi, dan setiap sesi di dalam kelas hanya 15 siswa.

‘’Kita berharap siswa yang mengikuti ANBK benar-benar sehat. Inilah bentuk kehati-hatian kami di masa pandemi ini,’’ ujarnya.

Dikutip dari laman ditsmp.kemdikbud.go.id, AN dirancang untuk pengganti Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau USBN sekaligus penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan nasional. AN juga bertujuan untuk memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil melalui serangkaian tahapan. Selanjutnya, hasil dari AN tidak digunakan untuk merangking akreditasi sekolah, melainkan untuk perbaikan kualitas belajar di sekolah-sekolah yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan hasil belajar murid.

Baca juga :  Ciptakan Keindahan Wilayah dan Antisipasi Pohon Tumbang, Kelurahan Renon Rutin Rompes Pohon Perindang

AN terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Masih dari ditsmp.kemdikbud.go.id, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar terkait kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi.

Selain itu, terdapat dua kompetensi yang akan dimasukkan kedalam AKM, kompetensi literasi dan kompetensi numerasi. Kompetensi terkait literasi dan numerasi akan dapat ditinjau dari 3 aspek, seperti konten, proses kognitif, dan konteks. Untuk bentuk soal AKM sendiri terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.