ANBK SMP di Denpasar Alami Sistem Error

  • Whatsapp
PELAKSANAAN Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMP PGRI 9 Denpasar, Senin (4/10/2021). Di beberapa sekolah yang menggunakan sistem daring, pelaksanaan ANBK mengalami sistem eror. Foto: tra
PELAKSANAAN Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMP PGRI 9 Denpasar, Senin (4/10/2021). Di beberapa sekolah yang menggunakan sistem daring, pelaksanaan ANBK mengalami sistem eror. Foto: tra

DENPASAR – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada satuan pendidikan jenjang SMP/MTs di Kota Denpasar, Senin (4/10/2021) tak semuanya berjalan mulus. Sesi pertama ANBK di sekolah dengan sistem daring mengalami kendala terkait aplikasi exambrowser client yang keluar secara otomatis atau mengalami error 404. Sementara, sekolah yang menyelenggarakan ANBK secara semi daring berjalan lancar.

Seperti diutarakan Plt. Kepala SMPN 2 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seniwati, permasalahan server terjadi setelah 30 menit pelaksanaan ANBK berjalan. Dikatakan, sedari awal pelaksanaan ANBK sudah mundur dari jadwal pukul 07.30 menjadi 08.00 Wita. Berjalan 30 menit, tiba-tiba server pusat mengalami down dan muncul peringatan error 404

Bacaan Lainnya

Ini menyebabkan siswa tak bisa menyelesaikan menjawab soal. Setelah ditunggu hampir 30 menit, belum juga bisa diakeses. Permasalahan ini sudah dilaporkan ke Disdikpora Kota Denpasar. ‘’Di sekolah kami (SMPN 2 Denpasar) hanya 1 sesi, 45 peserta ANBK dibagi menjadi tiga ruangan yang setiap ruangan diikuti 15 siswa,’’ terang Seniwati.

Dihubungi terpisah, Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, membenarkan trouble yang dialami sekolah yang melaksanakan ANBK sesi pertama. “Ada trouble yang dialami saat ANBK sesi pertama, dan permasalahan ini sudah kami laporkan ke provinsi dan pusat,” kata Agung Wiratama yang turun melakukan pemantauan di beberapa sekolah.

Baca juga :  Populasi Belum Normal, Daging Babi Rp90 Ribu Per Kilo

Dari kendala yang dialami, kata Agung Wiratama, sudah dibuatkan berita acara. Saat gladi bersih, kata dia, juga mengalami hal serupa dan sudah disampaikan langsung ke pusat.

Agung Wiratama mengungkapkan, program ANBK ini menjadi penting untuk memotret kualitas pendidikan di masing-masing sekolah. Program ini memang berlaku secara nasional. ‘’Ini merupakan program Kemendikbud untuk mengukur kemampuan literasi dan numerik siswa kelas VIII SMP. Hasil dari asesmen ini adalah sebagai potret mutu sekolah yang bersangkutan,’’ ujarnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.