Akui Dipanggil KASN, Pj. Gubernur NTB Siap Klarifikasi Bawaslu RI

PENJABAT Gubernur NTB, Gita Gita Ariadi, saat menghadiri sidang paripurna DPRD pada Jumat (24/11/2023) malam. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Pj. Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, mengakui dimintai klarifikasi oleh Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait kehadiran saat acara PDIP NTB di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada Agustus 2023 lalu. Hanya, dia memastikan video yang beredar itu justru tidak utuh dan lengkap.

“Memang saya hadir di acara PDIP di Kabupaten Lombok Tengah, dan saya jelaskan ke KASN. Ini karena video yang hanya berdurasi beberapa menit itu tidak bisa memberi informasi yang utuh terhadap apa yang terjadi sebenarnya di lapangan,” tegas Gita, Minggu (26/11/2023).

Read More

Gita mendaku menghargai sikap Bawaslu RI yang saat ini tengah memproses dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukannya. Namun, dia mengklaim kehadirannya saat itu justru belum berstatus sebagai Pj. Gubernur, melainkan Sekda NTB. “Coba dicek, kan saat di acara PDIP itu saya memang terpilih menjadi Pj. Gubernur NTB, tapi belum dilantik resmi oleh Kemendagri,” ucapnya membela diri.

Lebih jauh dilontarkan, pada momen yang hampir bersamaan, dia sebenarnya juga banyak menghadiri acara dengan pimpinan partai politik. Salah satunya kegiatan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, di Kota Mataram.

Saat itu ada foto dia bersama dengan Muhaimin Iskandar, bahkan dia menjemput ke bandara. “Saya juga ada foto dengan Pak Mardiono PPP,” sambungnya, seakan menegaskan tidak ada pelanggaran yang dilakukan.

Dia memastikan paham aturan ASN dalam berpolitik pada Pemilu 2024. Karena itu, istrinya yang kini menjadi calon legislatif (caleg) Partai Golkar untuk Pemilu 2024 Dapil Kota Mataram pun diminta Gita cuti dari Pj. Ketua PKK NTB ketika saat waktunya jadwal kampanye.

“Saya pertegas kembali, tidak ada narasi sedikit pun yang bersifat promotif. Saya juga sampaikan siapa pun yang undang, saya akan hadir. Saya tertarik hadir karena informasi undangan lisan dari Pak Rachmat (Ketua DPD PDIP NTB) ada pembagian kursi roda untuk disabilitas, ada juga ambulans dari APBD,” terangnya.

“Saya manfaatkan momentum itu untuk politik kenegarawanan, saya sampaikan saat itu kepada yang hadir bahwa sebentar lagi kita akan menghadapi momentum politik. Saya mengajak mari kita rukun, jangan berkelahi. Itu kan poinnya,” tegas Gita.

Terkait adanya rumor bahwa ada intervensi politis di balik kembali diangkatnya kasus tersebut, karena sebelumnya ditangani Bawaslu Loteng, Gita ogah mengomentari. Karena sekarang masuk tahun politik, segala sesuatu sangat mungkin bisa saja dilakukan.

“Tapi, saya enggak mau terlalu jauh menduga-duga. Intinya, saya siap kapan pun dipanggil Bawaslu RI setelah sudah saya jelaskan ke KASN terkait kehadiran saya di acara PDIP NTB itu,” paparnya menandaskan. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.