Gita Ariadi Tepis Kampanye untuk Pilkada NTB 2024

PENJABAT Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi (dua kanan); saat berbincang-bincang dengan Mendagri, Tito Karnavian; dan Menpan-RB, Azwar Anas. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Keberhasilan program Jum’at Salam atau singkatan dari Jumpai Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat yang digagas Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, di masa transisi pemerintahan saat ini, menuai apresiasi sejumlah pihak. Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar, bahkan berencana mengusung Gita menjadi calon gubernur (cagub) di Pilkada (Pilgub) NTB 2024.

Mengenai wacana mendorong dia ke Pilgub NTB, Gita mengaku belum berpikir untuk masuk bursa cagub. Alasannya, dia kini masih fokus menuntaskan amanah sesuai sumpah dan jabatan yang diberi Mendagri Tito Karnavian.

Read More

“Kalau sekarang banyak pihak yang mengapresiasi program Jum’at Salam, saya berterima kasih. Tapi kalau mau jadi cagub NTB 2024, saya belum kepikiran ke sana. Ini karena tugas dan dinamika tugas Pj. Gubernur sangat luar biasa sulitnya,” kata Gita, Minggu (26/11/2023).

Menurut Gita, program Jum’at Salam yang digagasnya bukan untuk kepentingan politik. Sebab, safari keliling yang dilakukan bersama semua OPD untuk menyapa warga di semua desa itu, lebih pada upaya menuntaskan tiga hal utama yang diamanahkan pemerintah pusat. Yakni pengendalian inflasi, menyukseskan Pemilu Serentak 2024, dan pengendalian stunting.

“Semua masalah inflasi hingga stunting itu kan banyak di desa. Itulah cara kami merumuskan tugas pokok dari pemerintah pusat dengan waktu pendek, untuk turun ke semua desa di NTB. Ini juga kami gunakan untuk sosialisasi kepemiluan agar angka golput dapat kita tekan di desa,” tegasnya.

Dia memastikan untuk putaran kedua dan ketiga dalam program Jum’at Salam, para OPD lingkup Pemprov tidak lagi harus bersamaan ramai-ramai dengan rombongan Pj. Gubernur. Tujuannya untuk menepis anggapan ramainya OPD Pemprov ke desa untuk mendukung peningkatan elektabilitas Pj. Gubernur. OPD akan disebar ke semua desa binaan di lokasi acara Jum’at Salam dipusatkan.

“Kalau putaran satu, kami kumpul ramai-ramai di satu titik. Ini kami evaluasi untuk diperbaiki di putaran kedua dan ketiga. Yang pasti kami ingin semua masalah di desa teratasi dalam waktu kerja singkat dan pendek saat ini,” paparnya memungkasi. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.