Airlangga Disindir, Demer Membela, Ketum Parpol Dinilai Wajar Tebar Pesona

  • Whatsapp
Sumarjaya Linggih. Foto: ist
Sumarjaya Linggih. Foto: ist

DENPASAR – Gencarnya sosialisasi Airlangga Hartarto sebagai kandidat presiden yang diusung Partai Golkar, mulai memercikkan api kecil. Ketua DPP PDIP, Said Abdulah, menyentil agar para menteri Kabinet Indonesia Maju, terutama yang membidangi ekonomi, agar tidak sibuk memikirkan masalah Pilpres 2024. “Please, fokuslah jadi menteri, dan jangan tergoda pada mimpi-mimpi selain menteri,” kata Said seperti dikutip dari portal cnnindonesia.com, Kamis (11/11/2021).

Menanggapi sindiran itu, Korwil DPP Partai Golkar Bali-Nusra, I Gde Sumarjaya Linggih, menilai pernyataan itu sebagai hal lucu. Sebab, selain sebagai Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar yang diusung partai sebagai calon presiden. “Pak Airlangga itu Ketua Umum Golkar, secara politik beliau wajib membesarkan partai. Kedua, sebagai menteri beliau kerja dengan baik, buktinya dipercaya dengan diberi banyak jabatan, berarti itu itu kepercayaan Pak Jokowi. Memangnya Pak Jokowi sembarangan memberi jabatan?” cetus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu kalem, Jumat (12/11/2021).

Bacaan Lainnya

Demer, sapaan akrabnya, mengklaim performa Airlangga sejauh ini bagus dalam mengurus ekonomi di Indonesia, terutama melalui masa-masa sulit dirundung pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. Jika kinerja Airlangga jelek, sambungnya, tidak mungkin Presiden Jokowi memberi tanggung jawab tambahan untuk mengurus penanganan pandemi selain pemulihan ekonomi.

Baca juga :  Kwarcab Pramuka Denpasar Dikukuhkan, Jaya Negara: Wadah Pembentukan Karakter Bangsa

“Kalau misalnya sering turun ke masyarakat itu dianggap tebar pesona, masa menteri tidak boleh ngasih pernyataan atau laporan kinerja di media? Masa sekelas menteri tidak boleh tampil di media? Ah yang benar saja,” katanya.

Ketika seorang pejabat tampil ke publik, ulasnya, hal itu seyogianya tidak dimaknai sebagai pencitraan belaka. Sebab, bisa juga hal itu sebagai bagian untuk menenangkan publik, atau memberi penjelasan terhadap suatu isu, termasuk memaparkan kebijakan pemerintah. Jika tidak diinformasikan, bagaimana berharap publik tahu apa kebijakan yang sedang dan akan dilakukan pemerintah?

“Saya saja sebagai anggota DPR diminta sosialisasi kebijakan pemerintah jika sedang reses, misalnya soal ekonomi mikro. Artinya apa? Artinya kami turut menjadi corong kebijakan pemerintah. Kalau masyarakat tidak diberitahu, bagaimana mereka akan mengakses fasilitas dalam kebijakan pemerintah itu?” sergahnya.

“Yang penting jangan sampai berlebihan juga tampil ke publik, kayak…. Ya itulah,” imbuhnya tanpa melanjutkan. Sayang, dia hanya terkekeh ketika ditanya batasan “tidak berlebihan”, termasuk sosok mana yang dimaksud “berlebihan” itu.

Kembali ke soal tebar pesona, Demer menegaskan seorang politisi wajar dan harus berbuat demikian. “Harus tebar pesona dong, yang penting jangan tebar kemarahan. Jangan marah-marah, apalagi marah ke masyarakat,” imbuhnya, lagi-lagi sambil terkekeh.

Disinggung apakah sentilan yang diarahkan ke Airlangga sebagai penanda ada pihak yang galau, Demer mengiyakan. Menurutnya, kinerja Airlangga yang berjuang untuk vaksinasi rakyat dan pemulihan ekonomi dengan bansos UMKM itu seakan ditepikan oleh pihak-pihak tertentu. Di sisi lain, jika ada sisi yang dinilai lemah atau kurang, hal itu dibesar-besarkan. Tidak ada salah pun, dituding tebar pesona.

Baca juga :  Pasar Badung Dipasang Sterilization Chamber, Pengunjung Wajib Diguyur Disinfektan

“Saya pikir memang ada pihak yang risau, galau, makanya dibilang tebar pesona atau apalah. Isu ini dimainkan karena tidak ada kekurangan yang bisa dibesarkan,” lugas politisi asal Buleleng, Bali tersebut.

Dia mengutip falsafah Jawa sekti tanpo aji, menang tanpo ngasorake (sakti atau berkuasa tanpa ilmu kesaktian, menang tanpa mempermalukan). “Kalau mau bersaing, ayo bersaing dengan prestasi, jangan dengan membunuh. Jangan menjatuhkan lawan untuk meningkatkan mutu sendiri,” tandasnya, terkesan menyindir balik. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.