48 Kasus Gigitan HPR Positif Rabies di Bangli

KEPALA Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma. Foto: ist
KEPALA Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Masalah rabies masih jadi momok di Kabupaten Bangli. Berdasarkan hasil uji lab, ditemukan 48 sampel Hewan Penular Rabies (HPR) yang dinyatakan positif terjangkit rabies. Karena  temuan itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli makin masif melakukan vaksinasi terhadap HPR. “Kami makin gencar melakukan vaksinasi rabies, apalagi stok vaksin cukup tersedia,” ujar Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, Rabu (25/6/2025).

Sarma menguraikan, untuk pengadaan vaksin rabies berasal dari tiga sumber anggaran; APBD Bangli, alokasi anggaran rutin dari Pemprov Bali, dan ditambah kucuran dana dari pemerintah pusat. Dana APBD Bangli dialokasikan untuk pengadaan vaksin sebanyak 30 ribu dosis. “Ditambah dari pusat dan Provinsi, stok vaksin kita melimpah, mencapai 36 ribu dosis keseluruhan,” sebutnya.

Bacaan Lainnya

Dengan jumlah stok vaksin ini, dia menilai cukup untuk program vaksinasi ke banjar-banjar di seluruh desa di Bangli, dengan target 80% pencapaian cakupan vaksinasi. Secara umum pelaksanaan vaksinasi terhadap HPR di Bangli dimulai Maret 2025. Hingga menjelang akhir Juni, sebutnya, cakupan vaksinasi mencapai 46% lebih, dari total populasi hewan HPR mencapai 53 ribu ekor.

“Untuk  pelaksanaan kami libatkan 24 petugas dari UPTD di masing-masing kecamatan yang bertugas setiap hari. Selain melakukan vaksinasi rutin, mereka juga melakukan tanggap dan merespons ketika ada kasus gigitan dari HPR di lapangan,” ungkap birokrat asal  Desa Tembuku ini.

Kepada masyarakat, dia mengimbau agar aktif membawa hewan peliharaannya (anjing dan kucing) untuk divaksin secara rutin setiap tahun. Begitu pula jika ada kasus gigitan, agar segera melapor. Intinya, dia berharap masyarakat ikut mencegah penyebaran rabies  secara mandiri.

“Caranya, melakukan pemeliharaan HPR seperti anjing, kucing dengan baik. Terlebih anjing, jangan dibiarkan bebas berkeliaran karena sangat rawan tertular rabies,” pintanya memungkasi. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses