30 Ribu Lebih Pemudik Tinggalkan Bali Menuju Jawa

SITUASI Pelabuhan Gilimanuk pada Kamis (28/4/2022). Sekitar 30 ribu lebih penumpang baik pejalan kaki, kendaraan roda dua, empat hingga kendaraan besar lainnya, meninggalkan Bali menuju Jawa. Foto: man

JEMBRANA – Lalu lintas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk terus mengalami lonjakan pada pagi dan malam hari jelang hari raya Idul Fitri. Sekitar 30 ribu lebih penumpang baik pejalan kaki, kendaraan roda dua, empat hingga kendaraan besar lainnya, meninggalkan Bali menuju Jawa hingga 28 April 2022 pukul 08.00 Wita.

Data ini didapat dari ASDP Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, yang mencatat bahwa ada 23.098 penumpang yang meninggalkan Bali.

Bacaan Lainnya

Data yang dihimpun, bahwa jumlah kapal yang beroperasi dalam satu hari atau pukul 08.00 Wita pada 27 April hingga pukul 08.00 Wita pada 28 April 2022 ada sekitar 28 kapal. Dan sebanyak 195 trip kapal-kapal itu hilir mudik di selat Bali.

Pada Kamis (28/4/2022) sekira pukul 12.15 Wita, seorang pemudik asal Banyuwangi, Jawa Timur pingsan di Pelabuhan Gilimanuk. Diduga, pemudik yang menggunakan sepeda motor itu tidak kuat menahan panas saat antre menuju loket tiket sepeda motor.

Saat mengantre pria tersebut sendiri mengendarai sepeda motor, diduga tidak kuat menahan cuaca panas, warga tersebut tidak sadarkan diri di tengah antrean. Beruntung aparat kepolisian dibantu warga sigap menolong pemudik tersebut dan dibawa ke tenda.

Baca juga :  Menparekraf: Promosi Pariwisata Indonesia akan Beralih ke Digital

Sejumlah warga yang prihatin dengan kondisi pemudik tersebut memberikan pertolongan di tengah tenda di tengah cuaca cukup panas. “Warga memberikan pertolongan kepada pemudik tersebut seadanya,” kata seorang warga, Medi.

Manager ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Djumadi, mengatakan, meskipun terjadi lonjakan penumpang, arus mudik tetap mengalir lancar. Khusus untuk pemudik roda dua, pihaknya telah mengoperasikan enam pintu loket yang selama ini untuk reguler dua.

Terkait antrean panjang di Pos 1 atau pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, menurut Djumaji, disebabkan validasi tiket. “Tim Itkita sudah mengupayakan agar bisa dipercepat kembali,” ujarnya menandaskan. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.