2 Air Terjun di Desa Lemukih Datangkan 7.500 Wisatawan per Bulan

OBJEK wisata air terjun yang ada di Desa Lemukih, Buleleng. Foto: ist

BULELENG – Objek wisata air terjun di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng, saat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bahkan di desa tersebut, terdapat 6 titik air terjun yang menarik.

Melihat potensi yang ada, Pemerintah Desa Lemukih pun berhasil mengembangkan 2 air terjun dan 1 aliran sungai menjadi destinasi tujuan wisata (DTW) yang sukses menarik banyak wisatawan.

Bacaan Lainnya

Perbekel Desa Lemukih, Nyoman Singgih, mengatakan, kedua DTW air terjun uang dikembangkan yakni Air Terjun Fiji dan Air Terjun Gerombong atau Sekumpul. Bahkan kedua objek wisata air terjun ini, mampu menarik ribuan wisatawan setiap bulan. Hanya saja sejak pandemi Covid-19, diakui Singgih, kunjungan wisatawan sempat menurun.

‘’Kalau waktu Covid-19, kunjungan menurun, bahkan bisa dihitung dengan jari. Astungkara pandemi sudah mulai mereda dan kunjungan wisatawan kini mulai meningkat drastis, bahkan mencapai tujuh ribu lima ratus lebih per bulan yang memasuki Lemukih,’’ ujar Singgih, Jumat (10/6/2022).

Untuk mengembangkan potensi wisata lainnya di Lemukih, Singgih mengaku, masih mempersiapkan pembangunan infrastruktur jalan menuju ke 4 titik air terjun, yakni Air Terjun Bengbengan, Air Terjun Ikut Sampi, Air Terjun Yeh Mampeh dan Air Terjun Bukit Lalang. Nantinya jalan dibangun menuju air terjun itu sepanjang 3 Kilometer dengan lebar ruas jalan 6 meter.

‘’Ke depan kami mengembangkan empat air terjun yang lainnya termasuk juga pengembangan potensi air panas dan air asin di Desa Lemukih. Dan, hutan lindung juga akan kami kelola untuk nanti bisa ditanami buah-buahan, agar dapat mensejahterakan masyarakat,’’ jelas Singgih.

Sementara itu, Ketua Pengelola Pariwisata Lemukih, Nyoman Widana, menjelaskan, jarak tempuh untuk menuju dua DTW air terjun di Lemukih berjarak 2,5 Km dari jalan utama desa.

‘’Mobil masuk sampai jarak 1 Kilometer saja. Kalau motor langsung ke tempat parkir dengan jarak 2 kilometer dari jalan utama. Sisanya setengah kilometer, jalan kaki menuju air terjun,’’ ujar Widana.

Untuk tiket masuk menuju air terjun, wisatawan domestik dikenakan sebesar Rp10 ribu dan Rp20 ribu bagi wisatawan mancanegara. Selain itu, Desa Lemukih memiliki objek wisata Water Slider atau perosotan air sungai alami, yang lokasinya berjarak 1,5 Km dari jalan utama desa.

‘’Wahana alami Water Slide aman bagi pengunjung. Tiket masuk Rp10 ribu untuk domestik dan Rp20 ribu untuk mancanegara,’’ pungkas Widana. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses