16 Orang Terjaring Operasi Prokes di Penelokan, Ini Sanksinya

  • Whatsapp
PELANGGAR prokes di objek wisata Penelokan, Kintamni disanksi push up karena tak pakai masker. Foto: gia
PELANGGAR prokes di objek wisata Penelokan, Kintamni disanksi push up karena tak pakai masker. Foto: gia

BANGLI – Tim gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP serta Dinas Perhubungan Bangli, Minggu (15/11/2020) melangsungkan operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di objek wisata Penelokan, Kintamani. Sebanyak 16 pelanggar terjaring, kebanyakan tidak pakai masker.

Operasi diawali dengan apel kesiapan di halaman Geopark dengan dipimpin AKP Sang Ketut Mariyasa didampingi Iptu AA Suastika, dengan tim berkekuatan 41 personel gabungan. Mereka menyisir sejumlah titik di objek wisata di Kintamani.

Bacaan Lainnya

Kapolres Bangli, AKBP IGA Dhana Aryawan, mengatakan, tim gabungan setiap hari melaksanakan operasi yustisi untuk menekan penyebaran Covid-19, sekaligus memberi edukasi kepada masyarakat agar patuh protokol kesehatan. Operasi terus-menerus dan berkesinambungan di beberapa tempat secara stasioner maupun mobiling sampai pelosok desa. Tidak hanya menyasar objek wisata, tapi menyasar ke tempat tempat yang bisa menimbulkan kerumunan.

“Kali ini kebetulan di objek wisata di Kintamani dan beberapa objek wisata lainnya. Ada 16 pengunjung yang terjaring di wilayah Kintamani, kebanyakan tidak menggunakan masker,” jelasnya.

Sanksi yang dijatuhkan, ujarnya, bervariasi jenisnya. Enam orang teguran lisan, tiga sanksi sosial menyapu jalanan dan nyanyi, dan tujuh orang disanksi fisik berupa push up. Tambahannya, semua identitas pelanggar dicatat oleh petugas.

Baca juga :  Taekwondo Indonesia Jadwalkan Uji Coba ke Korsel

Karena masih saja terjadi pelanggaran, dia mengimbau kepada masyarakat tetap waspada karena Covid-19 masih ada disekitar kita. Caranya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Gerakan 3M yakni menggunakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir atau penyanitasi tangan, dan selalu menjaga jarak minimal satu meter saat berinteraksi dengan orang lain atau menjauhi kerumunan. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.