112 Orang Masuk Buleleng Dites Cepat di Pos Sekat, Ini Hasilnya

  • Whatsapp
Foto : GEDE SUYASA Gede Suyasa. Foto: rik
Foto : GEDE SUYASA Gede Suyasa. Foto: rik

BULELENG – Sejak didirikan dua pos sekat yang di wilayah barat dan timur Buleleng beberapa waktu lalu, hingga saat ini sudah ada sebanyak 112 orang yang masuk ke wilayah Buleleng dilakukan tes cepat (rapid test). Dari hasil tes cepat tersebut, seluruhnya mendapatkan hasil non reaktif. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Minggu (28/6).

Suyasa mengatakan, keberadaan dua pos sekat ini sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 atau virus Corona oleh orang yang datang dari luar daerah menuju Buleleng. Dengan adanya pos penyekatan, khususnya yang terdapat di lingkungan Labuan Lalang wilayah Desa Sumberklampok, dapat mengantisipasi orang-orang yang lolos dalam pantauan di pelabuhan Gilimanuk.

Baca juga :  Gairahkan Budaya Literasi, PKK Bali Luncurkan Antologi Puisi "Kata Hatinya"

Sehingga, menurut Suyasa, dipastikan orang yang masuk Buleleng sudah mengantongi hasil tes cepat. Dengan begitu, maka dapat mengurangi peluang terjadinya imported case berasal dari luar daerah Bali dan Buleleng khususnya. ‘’Sesuai keputusan Bupati Buleleng, pos sekat dilaksanakan selama 30 hari. Jika nantinya ada keputusan Gubernur Bali terkait dibukanya aktivitas sosial di Bali, tentu pos penyekatan ini menyesuaikan,’’ ujar Suyasa.

Disisi lain Tim Gugus Tugas Buleleng juga mencatat, perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng untuk kesembuhan pasien mencapai 88,17%. Persentase ini merujuk adanya penambahan satu Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang dinyatakan negatif Covid-19 yakni PDP 111 setelah dua kali dinyatakan negatif dari hasil tes usap (swab test).

Baca juga :  Pemkot Denpasar Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan di Sejumlah Instansi

Kendati demikian gugus tugas Buleleng menekankan kepada masyarakat untuk menghindari penularan yang bersifat masif. ‘’Masyarakat yang ada di kota maupun di desa yang memiliki riwayat interaksi di daerah klaster penularan seperti di pasar, tetap memperhatikan protokol kesehatan,’’ pungkas Suyasa yang juga Sekda Buleleng.

Sementara Perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, saat ini terdapat secara kumulatif jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif sebanyak 93 orang, dinyatakan sembuh ada 82 orang, masih dalam perawatan 10 orang dan dirujuk ke Denpasar ada 1 orang. Jumlah PDP negatif sebanyak 20 orang, masih dirawat 2 orang dan yang terkonfirmasi terdapat 6 orang.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 121 orang, masih dipantau saat ini sudah tidak ada, selesai masa pantau ada a12 orang dan terkonfirmasi 9 orang. Selanjutnya Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 1.918 orang, dengan rincian selesai masa pantau sebanyak 1.647 orang, karantina mandiri sebanyak ada 189 orang, dirawat di RS Pratama Giri Emas ada 4 orang, dan terkonfirmasi sebanyak 78 orang. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.