MESIR Suryadi, politisi Partai Golkar NTB cum mantan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB periode 2011-2016, meninggal dunia, Kamis (26/1/2023) malam, di salah satu klinik di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, yang kebetulan tengah berada di Jakarta, langsung mendatangi klinik tersebut untuk melayat. “NTB kehilangan salah satu tokoh terbaiknya, Pak Mesir Suryadi. Sosok senior yang selalu bersemangat kalau sudah membicarakan NTB dan bangsa ini,” kata Bang Zul, sapaan akrabnya, dalam pesan WhatsApp, Kamis (26/1/2023) malam.
Bang Zul bersama Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengaku memiliki banyak kenangan bersama almarhum. Dia dan almarhum sama-sama pernah menjadi anggota DPR RI.
Begitu mendengar kabar Mesir Suryadi meninggal dunia, Zul bersama Mohan langsung ke bandara. Mereka sempat bertemu dengan keluarga almarhum yang akan mengantarkan almarhum ke Lombok, Jumat (27/1/2023) subuh. “Selamat Jalan bang, doa kami semua menyertaimu. Amiin,” pungkas Bang Zul.
Ketua PMI NTB, Ridwan Hidayat, juga menyuarakan turut berduka cita bersama seluruh jajaran pengurus dan relawan PMI di NTB. Ridwan merupakan “adik kelas” Mesir dalam menakhodai PMI NTB.
“Beliau sangat berjasa pada keberlangsungan organisasi PMI. Wajarlah kami merasa terpukul atas kepergiannya secara mendadak itu,” tutur Ridwan, Kamis (26/1/2023) malam.
Bendahara DPD Partai Golkar NTB, Firadz Pariska, turut membenarkan kabar meninggalnya salah satu senior Partai Golkar di NTB tersebut. “Beliau meninggal dunia saat hendak terbang ke Lombok. Ini saya kebetulan lagi di KKP Bandara Soekarno Hatta,” kisahnya singkat.
Mesir Suryadi dikenal sangat aktif dalam berbagai organisasi di NTB. Termasuk pernah menjabat Ketua KNPI NTB. Dia sempat menjadi anggota DPRD NTB hingga DPR RI. Mesir lahir di Gelogor, Sakra, Kabupaten Lombok Timur pada 17 Februari 1943. Dia meninggalkan seorang istri, Endang Herawati, serta empat putra dan putri. rul























