Zul-Rohmi Diprediksi Bersimpang Jalan di Pilgub 2024

  • Whatsapp
DIREKTUR Lembaga Kajian Sosial dan Politik M-16, Bambang Mei Finarwanto. foto: rul

MATARAM – Pendukung yang ingin melanjutkan kepemimpinan Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menuju dua periode kepemimpinan saat Pilkada NTB 2024, dinilai bakal siap-siap kecewa. Merujuk Sitti Rohmi Djalilah menjadi Ketua Nasdem NTB, kondisi itu jelas membuat posisi tawar Rohmi menjadi kandidat Gubernur kian kuat.

“Dengan Bu Rohmi menjadi ketua partai, saya pikir tak ada alasan melanjutkan paket ini dua periode,” ulas Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M-16, Bambang Mei Finarwanto, Selasa (28/9/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut pria yang akrab disapa Didu ini, dengan Rohmi sebagai Ketua Partai Nasdem NTB, suara publik, khususnya dari jamaah Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) yang merupakan ormas terbesar di NTB, semakin terang. Suara dua periode sebagai Wagub diyakini kalah riuh dengan hasrat agar Rohmi menuju Gubernur.

“Saya lihat belum ada indikator yang harus membuat Bu Rohmi tertahan di posisi Wagub. Justru sekarang posisi tawar dari Zul semakin lemah,” ucapnya tanpa merinci lebih jauh. “Belum tentu juga PKS akan mendukung Zul,” sambungnya.

Arah politik Rohmi dan jamaah NWDI, lugasnya, pada akhirnya tak dapat lepas dari keputusan Ketua Umum NWDI, TGB Zainul Majdi. Arah politik Gubernur NTB periode 2008-2018 ini akan menentukan angin politik Pilgub NTB 2024, yang secara matematika politik TGB tentu akan mendorong kakaknya menjadi Gubernur. “Saya berani katakan paket Zul-Rohmi ini masa lalu. Sekarang tinggal menuntaskan saja pengabdian, untuk kemudian 2024 jalan masing-masing,” tegasnya.

Baca juga :  Sekda Bali Minta Masyarakat Ikuti Peringatan Detik-detik Proklamasi

Diskursus politik Pilgub NTB 2024, selain Rohmi berpotensi menjadi Gubernur, Didu berujar beberapa nama berpotensi membuat kejutan. Dmulai saat anggota DPR RI, Bambang Kristiono (HBK), melempar wacana mendorong Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Al Khairy, naik panggung. Padahal sebelumnya Gerindra selalu mendukung nonkader.

“Ali Al Khairy masih muda, punya gagasan dan akan menjadi kuda troya di Pilgub 2024. Gerindra sebagai peraih suara terbanyak di NTB saat ini, selayaknya memang pasang target,” ungkapnya. Selanjutnya tinggal mesin politik dan kader Gerindra seluruh NTB mengikuti perintah HBK. Apalagi Gerindra dilihat memiliki banyak kader potensial, misalnya Rahman, Nurhidayah, dan Lalu Pathul Bahri.

Selain dari Gerindra, figur potensial juga lahir dari Partai Golkar dengan nama-nama seperti Isvie Rupaedah, Mohan Roliskana, dan Indah Dhamayanti yang tak boleh diremehkan. Belum lagi kader senior seperti Ahyar Abduh ataupun Suhaili FT. Publik diajak menanti siapa kader yang akan dimajukan Golkar itu kelak.

Kondisi serupa terjadi di PPP. Sang Ketua, Muzihir, memiliki potensi untuk maju pada Pilgub 2024 selain Wartiah. Sosok muda seperti Akri pun dirasa layak tampil. Dari PKB ada Akhdiansyah yang masih muda, dan didorong tak gentar melempar ide besar untuk kemajuan NTB.

Nama lain dari Pulau Sumbawa yang patut dihitung ialah Musyafirin. Bupati Kabupaten Sumbawa Barat ini pun terbilang mencatatkan beragam prestasi, dan pada 2024 tak dapat maju di daerahnya. Pilihannya untuk melanjutkan karir politik maju di tingkat Provinsi.

Baca juga :  Presiden Jokowi Minta Penyelenggaraan GPDRR di Bali Dipersiapkan dengan Baik

Pilgub NTB 2024, sebutnya, tak dapat dibilang masih jauh. Bagi calon yang akan muncul, saat ini adalah waktu tepat untuk tampil, mulai unjuk diri dengan ide dan gagasan membangun NTB. Plus memperluas ruang silaturahmi. “Saya yakin dari Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah juga memiliki kader yang siap membangun NTB,” tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.