Yowana Desa Adat dan Penyuluh Bersihkan Sampah Plastik di Pura Watu Klotok

PASIKIAN Yowana MDA Klungkung dan Penyuluh Bahasa Bali serta Agama Hindu Kemenag Klungkung mereresik sampah plastik di kawasan Pura Watu Klotok, Jumat (3/6/2022). Foto: ist

KLUNGKUNG – Sebaran sampah plastik di kawasan Pura Watu Klotok di areal parkir, pesisir, dan sungai menjadi perhatian Pasikian Yowana Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung. Sebab, dikhawatirkan, jika dibiarkan bisa mengancam ekosistem laut di Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung.

Untuk mengurangi sebaran sampah plastik di kawasan tersebut, Pasikian Yowana MDA Kabupaten Klungkung yang dipimpin Manggala I Komang Arya Adi Putra dan Penyarikan Wayan Arta Diptha, Jumat (3/6/2022) pagi menggelar Resik Sampah Plastik.

Read More

Aksi ini melibatkan Prajuru Pasikian Yowana MDA Provinsi Bali, Penyuluh Bahasa Bali dan Penyuluh Agama Hindu Non PNS di Kementerian Agama Kabupaten Klungkung.

‘’Kawasan pesisir, aliran sungai, dan parkir di Pura Waktu Klotok menjadi target sasaran kami. Sebab, areal tersebut dipenuhi sampah plastik dari bungkus makanan ringan, ada juga sedotan plastik, bungkus rokok, tas kresek, botol plastik, bungkus sabun, shampo, deterjan yang berbahan plastik, hingga styrofoam,’’ kata Arya Adi Putra.

Lebih jauh diungkapkan, sampah plastik yang dipungut ditempatkan di tempat pembuangan sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klungkung. Harapannya sampah plastik diolah kembali agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Penyarikan Pasikian Yowana MDA Provinsi Bali, Ketut Putra, menjelaskan Resik Sampah Plastik ini digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.

Juga menindaklanjuti Rakor Program Pasikian Yowana Provinsi Bali dengan kabupaten/kota di Bali, guna mempercepat pelaksanaan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, dan Pergub Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut.

‘’Pemerintah sudah mengeluarkan regulasi yang pro terhadap lingkungan, sekarang kita sebagai generasi penerus Pulau Bali ini sudah seyogianyabmengajak seluruh lapisan generasi dan masyarakat untuk mulai peduli menjaga lingkungannya dari ancaman sampah plastik. Sebab, pasca pandemi Covid-19, semangat untuk memerangi sampah plastik sudah mulai kendor, untuk itulah dengan melandainya kasus Covid-19 harus dijadikan momentum bergerak menyelamatkan lingkungan,’’ ucapnya.

Sampah plastik di Pura Watu Klotok, kata dia, tidak saja mengancam ekosistem lingkungan sungai dan laut, tapi merusak citra kesucian Pura Watu Klotok secara sekala sebagai tempat persembahyangan. baw

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.