GIANYAR – Kelezatan Betutu Cagaan Masari yang lebih dikenal dengan Ceketer (Ceng Kenceng Terus) menarik lidah puluhan seniman Bali untuk jadi pelanggannya. Bahkan wisatawan asing juga ikut-ikutan mencicipi rasanya. Tak sekadar sebagai pembeli, para seniman yang menikmati enaknya juga ikut mempromosikan di medsos.
Gusti Ngurah Dharma, pemilik usaha Betutu Cagaan Masari, Senin (13/6/2022) mengatakan, dia awalnya mengunggah hasil olahan betutu yang dipesan beberapa seniman Bali. Konsumennya itu yang secara tidak langsung ikut mempromosikan. Ketka pentas, para seniman itu kerap kali memesan betutunya, sampai kemudian puluhan seniman masuk daftar pelanggan.
“Awalnya group Celekontong Mas yang memesan betutu saya, dan mengakui betutu buatan saya berbeda dengan yang lain. Bahkan mereka mengatakan nikmatnya hingga ngemot layah (menarik lidah),” ungkapnya.
Dari seniman ke seniman, kini betutu racikannya merambah pelaku pariwisata. Dan, dari mereka pula betutunya mulai dikenal wisatawan asing. Saking menggilai rasa khas betutunya, ada wisatawan asing sampai memesan berulang kali.
Dia menuturkan, betutunya diolah dengan cara tradisional, menggunakan tungku dan kayu bakar. Durasi masaknya pun cukup panjang, 4-6 jam. Racikan bumbu yang digunakan adalah rajang bali, serta beberapa bumbu rahasia lainnya, agar menghasilkan betutu dengan rasa kuat, pedas dan kaya rempah.
Dalam setiap tungku, dia menyebut biasanya langsung memasak 20 ekor ayam sekaligus. Dalam sehari rerata pesanan 10 hingga 15 ekor, tapi saat rerahinan bisa mencapai lebih dari 100 ekor per hari. Pembeli bisa menghubungi nomor Whatsapp 087855493386 untuk memesan.
Bagi yang ingin makan di tempat, juga bisa memesan terlebih dahulu. “Ada paket untuk enam orang, lengkap dengan nasi, minum, ayam betutu, sayur, timun, kacang, dan sambal matah,” tandasnya. adi























