POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Bitera, Gianyar mendapat sorotan warga. Proyek jaringan perpipaan senilai Rp97,3 juta dari APBD Gianyar 2025 ini dinilai mengubah fungsi Pancoran Telaga Mas, sumber mata air alami yang sejak lama menjadi tempat mandi dan mengambil air minum masyarakat.
Kini, pancoran yang dulu ramai dimanfaatkan warga tinggal satu titik, berdampingan dengan bak beton. “Dulu biasa ramai warga mandi sambil ambil air minum. Ada dua pancoran. Sekarang tinggal satu, bisa ambil air tapi tidak bisa mandi,” keluh Wayan Laba, salah seorang warga, Rabu (1/10/2025).
Sopir mobil pikap, Nyoman Budiana, juga mengaku terdampak. “Sekarang pancorannya cuma satu. Jadi kalau ramai harus antre,” ucapnya.
Proyek ini dikerjakan Dinas PUPR Gianyar dengan masa kerja 45 hari, sesuai kontrak kerja 640/3679/PUPR/2025. CV Werdhi Laksana ditunjuk sebagai konsultan perencana. Tujuannya memperluas akses air bersih, tapi sebagian warga merasa kehilangan ruang sosial dan fungsi tradisional pancoran.
Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, mengakui kurangnya sosialisasi. “Harusnya hal sensitif seperti ini disosialisasikan lebih luas, sehingga tahu apa keinginan masyarakat,” ucapnya tanpa menjelaskan lebih jauh mengapa tidak ada sosialisasi sebelumnya.
Karena ada keluhan, dia berjanji akan ada penataan ulang. “Lubang keran yang ketinggian akan diturunkan, bagian yang dibeton dibongkar agar kembali natural, dan tampak luar akan ditata dengan arsitektur Bali. Tahun depan juga direncanakan dibuat permandian di sisi selatan,” janjinya.
Warga Bitera juga berharap Pancoran Telaga Mas bisa kembali berfungsi sebagai sumber air, sekaligus ruang kebersamaan warga. adi
























