Warga Dilarang Ambil BBM Rembesan

  • Whatsapp
MANAJEMEN Depo Manggis dan warga serta pemilik lahan Wawan Danu Sartika bertemu di Balai Banjar Labuan, Antiga, Manggis. Foto: nad
MANAJEMEN Depo Manggis dan warga serta pemilik lahan Wawan Danu Sartika bertemu di Balai Banjar Labuan, Antiga, Manggis. Foto: nad

KARANGASEM – Manajeman Integrited Terminal Pertamina Manggis, lebih dikenal dengan Depo Manggis, melarang warga mengambil rembesan minyak yang masuk ke sumur yang dibuat warga. Alasannya, akan berbahaya jika warga bebas masuk.

Sebab, bisa saja menimbulkan kebakaran kalau ada yang merokok di dekat sana. Hal tersebut dikemukakan Manajer Integrited  Terminal Manggis, Bambang Soeprijano, Senin (21/9) sore lalu.

Bacaan Lainnya

Bambang mengatakan, saat ini kawasan yang digali warga sudah disterilkan; warga dilarang masuk ke kawasan tersebut. Restriksi itu juga didukung pemilik lahan tempat warga membuat sumur yakni Wawan Danu Sartika alias Wan Gobel. “Saat ini kawasan tersebut sudah dipasang police line (garis polisi) dan warga tidak boleh masuk,” ujarnya.

Lebih jauh diungkapkan, Depo Manggis sedang melakukan upaya mitigasi penyebab dan dari mana, atau dari tangki mana, minyak tersebut merembas. Saat ini tangki 14 yang berisi premium paling dekat dengan temuan rembesan minyak oleh warga, sekitar 200 meter dikosongkan. Meski begitu, manajemen mendaku sejauh ini belum menemukan ada kebocoran pipa atau tangki penyimpanan.

Depo Manggis, sebutnya, selama ini melakukan perawatan dan pemeliharaan semua fasilitas depo dengan baik dan sesuai ketentuan. Pun memonitor kondisi tangki, dan diklaim tidak ada penurunan level, sehingga untuk kebocoran kecil kemungkinan terjadi. Yang menjadi teka-teki dari mana sumber rembesan mintak tersebut, Depo juga belum berani memastikan.

Baca juga :  Perkembangan Teknologi Dalam Dunia Pendidikan, Menguntungkan atau Merugikan?

Atas kondisi ini, jelasnya, manajemen Depo dan warga serta pemilik lahan bertemu di Balai Banjar Labuan, Antiga, Manggis. Saat itu Depo memberi edukasi kepada warga, sekaligus melarang warga masuk kawasan temuan rembesan minyak. Pengosongan tangki butuh waktu satu minggu, dan saat dikosongkan berada di posisi 2/3 dari kapasitas. Pengosongan dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran.

“Kondisi ini membuat cadangan premium di Depo berkurang, karena tinggal cadangan dua tangki lagi. Tangki yang dikosongkan berkapasitas 10 juta liter,” bebernya.

Dia menjawab tidak tahu minyak apa yang merembas keluar ke lahan warga, karena minyak itu berwarna hitam campur air. Dugannya campuran antara premium, pertalite dan pertamax. Selain menguras tangki, Depo juga membuat sumur penampung sedalam 4 meter dan lebar 10 meter di dalam areal agar tidak merembes ke tanah warga.

Saat ini kawasan lubang di tanah warga dijaga dua petugas pamswakarsa dari warga setempat. Depo juga memberi bantuan tali kasih kepada 12 KK terdampak di dekat lokasi berupa sembako. Untuk keluhan warga terkait rembesan minyak di sungai atau rawa-rawa, Depo melakukan penyemprotan.

Wawan Danu Sartika selaku pemilik lahan mendukung upaya Depo menjaga keamanan kawasan, termasuk dengan melarang warga masuk ke lahannya mengambil minyak. Wawan mengaku memasang pengumuman larangan masuk ke lahannya itu sejak lama, dan yang bisa masuk ke jalan pribadi yang dibuat Wawan hanya 7 KK. Mereka ini, sesuai perjanjian, dulu merupakan petani atau pemilik lahan di sana yang masih memiliki sisa tanah.

Baca juga :  8 Desa di Buleleng Bentuk Kawasan Perdesaan Denbukit

“Jangan sampai ada korban saya yang dikait-kaitkan. Selain itu, kalau ada korban di lahan saya, tentu akan repot harus melakukan upacara sekala-niskala,” bebernya.

Wawan berkata mengusai lahan seluas 5,4 hektar itu sejak tahun 2014. Awalnya dia akan membuat hotel di sekitar lahan tersebut, dan saat ini izin serta persiapan lainnya sudah rampung. Sayang, karena kondisi pandemi Corona, rencana itu belum bisa dilakukan. 017

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.