Komitmen Atasi Masalah Sampah di Bali, Wedoo Workshop Produksi Mesin Daur Ulang yang Terjangkau

  • Whatsapp
TIM Wedoo Workshop yang berlokasi di Jalan Subita No. 17A, Kesiman, Denpasar. Foto: ist
TIM Wedoo Workshop yang berlokasi di Jalan Subita No. 17A, Kesiman, Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Permasalahan sampah di Bali sering mendapatkan perhatian serius dari wisatawan dan media asing. Dalam mengatasi permasalahan ini, dibutuhkan kerja sama serta komitmen masyarakat dan pemerintah daerah.

Salah satu anak muda Bali yang berkomitmen dan berupaya menjadi solusi atas permasalahan ini adalah Putu Hermawan. Melalui Wedoo Workshop, dia merintis bisnis ini dengan mengombinasikan kecintaannya pada teknologi dan kepeduliannya akan isu lingkungan. Salah satu produk yang dihasilkan Wedoo adalah mesin yang dapat mengubah sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.

Bacaan Lainnya

Putu Hermawan menuturkan, Wedoo Workshop dibangun pada 2018. Pada 2019, Putu Hermawan berkenalan dengan Diplomat Success Challenge (DSC) dan tertarik mengikuti kompetisi wirausaha tersebut, yang pada saat itu telah menginjak 10 tahun. Selain menawarkan hibah modal usaha total Rp2 miliar, dia juga termotivasi mengikuti DSC karena juga menawarkan pendampingan mentor, serta kesempatan bergabung dengan jejaring Diplomat Entrepreneur Network (DEN).

“Walapun Wedoo Workshop baru berjalan satu tahun, saya terdorong mengikuti kompetisi Diplomat Success Challenge karena saya ingin menambah wawasan serta relasi untuk mengembangkan Wedoo Workshop agar lebih dikenal oleh masyarakat,’’ ungkapnya ditemui di Denpasar, Selasa (22/9).

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 32 Orang, Positif 23 Orang

Lebih jauh ia mengatakan, Wedoo memiliki misi untuk menyediakan mesin daur ulang serta alat transportasi yang terjangkau dan berkelanjutan sebagai tanggung jawab bagi sosial dan lingkungan. Produk mesin pengolah sampah dari Wedoo antara lain, Wood Chipper (penghancur ranting kayu), Organic Waste Mill (mesin pencacah sampah organik), Plastic Crusher (pencacah sampah plastik), Cocopeat / Cocofiber (pengurai serabut kelapa), dan lainnya. Konsumen juga bisa merancang sendiri mesin yang dibutuhkan, dan Wedoo akan memproduksinya secara custom.

Putu Hermawan juga menunjukkan kepeduliannya akan kebutuhan udara bersih yang semakin minim akibat polusi seiring dengan meningkatnya kemacetan di Pulau Dewata. Ia pun berkarya dengan memproduksi sepeda dengan memanfaatkan penggunaan material bambu. Proses produksi yang membutuhkan ketelitian ekstra ini memerlukan waktu sekitar 50 jam untuk pengerjaan 1 unit sepeda. Hasil akhir sepeda bambu ini dapat berbentuk sepeda kayuh ataupun sepeda elektrik. Transportasi ramah lingkungan juga diwujudkan dengan memproduksi motor listrik sebagai alternatif penggunaan skuter berbahan bakar diesel.

Putu Hermawan mengaku bersyukur menjadi finalis pada gelaran DSC X di mana insting wirausahanya dilatih menjadi problem solver (pemecahan masalah) agar siap akan tantangan apapun yang mungkin akan dihadapi sebagai wirausaha. “Mentor-mentor nasional juga membantu saya berkembang, menyuntikkan motivasi kepada saya sehingga saya dapat lebih percaya diri lagi mengembangkan Wedoo Workshop,” ungkapnya.

Saat ini, walaupun di tengah kondisi pandemi, Wedoo Workshop tetap dapat berkembang dengan baik. Masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya lingkungan bersih juga berdampak pada meningkatnya pemesanan mesin pengolah sampah. Konsumennya terdiri dari hotel, restoran, yayasan, sekolah, badan usaha milik desa, bahkan perorangan. Ke depan, Wedoo berencana untuk berfokus memperkenalkan produk mesin pengelola sampahnya ke seluruh Bali. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.