Warga Berharap Jembatan Dusun Galih-Untalan Segera Diperbaiki

RUAS jalan yang menghubungkan Dusun Untalan menuju Dusun Galih, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem saat ini kondisinya memprihatinkan. Foto: ist
RUAS jalan yang menghubungkan Dusun Untalan menuju Dusun Galih, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem saat ini kondisinya memprihatinkan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Ruas jalan yang menghubungkan Dusun Untalan menuju Dusun Galih, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem saat ini kondisinya memprihatinkan. Satu-satunya akses jalan yang dimanfaatkan warga untuk beraktivitas sehari-hari itu amblas akibat banjir. Para pelajar yang berangkat atau pulang sekolah saat hujan deras, enggan melintas karena khawatir terseret derasnya aliran air.

Warga setempat, I Wayan Tantra, Selasa (13/1/2026) mengatakan, ruas jalan itu dulu sempat dirabat beton. Namun, seiring waktu karena digerus air hujan dan ruas jalan berada di tengah-tengah sungai, jalan setapaknya hanyut tergerus. Kondisi ini terjadi belasan tahun. “Sejauh ini warga melintas saat musim hujan sangat hati-hati. Harus menunggu air sungai surut berjam-jam, baru berani nyeberang,” tuturnya saat ditemui di lokasi.

Read More

Pernyataan senada juga diutarakan Ketut Adi, warga setempat. Dia berkisah, situasi ini memang rutin setiap musim hujan. Para pelajar dari wilayah Dusun Galih, di sana ada sekitar 90 KK yang tinggal. Jika pagi hujan deras siswanya, siswa batal ke sekolah karena tidak berani ambil risiko menyeberangi sungai. Sebaliknya, ketika mau pulang sekolah dan hujan deras, mereka menunggu sampai air sungai surut. Menimbang keadaan itu, dia selaku warga sangat berharap ada akses jembatan untuk kemudahan menyeberang.

“Siapa tahu pemerintah sudah merencanakan, saya juga kurang tahu terkait hal itu. Beberapa waktu lalu ada dari PU bersama tentara mengecek datang ke sini,” ungkapnya.

Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Karangasem, I Wayan Surtajaya, di kesempatan terpisah, mengaku sempat turun ke lokasi dengan tim dari Kodim Karangasem. Mereka meninjau lokasi rencana jembatan dari Untalan menuju Galih. Hanya, prosesnya saat ini masih mengusulkan ke pemerintah pusat untuk diberikan anggaran senilai Rp10 miliar. Namun, dia berkata belum tahu apakah disetujui atau tidak.

“Sudah lama kami usulkan ini. Kami juga rapat Zoom dengan pusat untuk pembahasannya,” jelas Surtajaya.

Untuk perencanaan, dia mendaku rekonstruksinya yakni bentang jembatan 40 meter dengan konstruksi jembatan menggunakan balok girder. “Kalau perencanaan kami untuk jalan umum,” pungkasnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.