Wali Kota Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2021, Sebut IPM Kota Denpasar Naik Menjadi 84,03

PEMBUKAAN sidang paripurna DPRD Kota Denpasar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (25/4/2022). Foto: ist

DENPASAR – Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar IV masa persidangan I dengan agenda penyampaian Pidato Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021 digelar Senin (25/4/2022). Sidang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, bertempat di Gedung DPRD Kota Denpasar.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dalam pidato pengantarnya menjelaskan, pandemi Covid-19 yang melanda dunia dari awal tahun 2020 sangat berimbas pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kota Denpasar. Diharapkan pada tahun ini mengalami perbaikan yang signifikan. ”Saya berharap di tahun 2022 ini Kota Denpasar sudah pulih dari dampak pandemi Covid-19,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Terkait perkembangan pembangunan sektor pendidikan di Kota Denpasar, Jaya Negara mengungkapkan adapun rata-rata lama sekolah mengalami peningkatan dari 11,47 tahun di tahun 2020 menjadi 11,48 tahun di tahun 2021.

Harapan lama sekolah mengalami peningkatan dari 14,00 tahun di tahun 2020 menjadi 14,09 tahun di tahun 2021. Capaian pembangunan di sektor kesehatan dapat dilihat dari angka harapan hidup.

Jaya Negara mengatakan, pada tahun 2020 angka harapan hidup sebesar 74,82 tahun meningkat menjadi 74,93 tahun di tahun 2021. “Seperti halnya sektor pendidikan, peningkatan aksesibilitas terhadap sarana kesehatan khususnya puskesmas perlu lebih ditingkatkan, sehingga rasio tingkat keterlayanan penduduk pada puskesmas menjadi lebih baik,” jelasnya.

Baca juga :  Gubernur Koster: Endek Bali Jati Diri Masyarakat Bali

Ia melanjutkan, pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Denpasar mengalami peningkatan dari 83,93 di tahun 2020 menjadi 84,03 di tahun 2021. “Mudah-mudahan upaya peningkatan aksesibilitas yang telah dan akan dilakukan di sektor pendidikan dan kesehatan dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan IPM ke depan,” ujarnya.

Wali Kota menyampaikan, tahun anggaran 2021 Pemkot Denpasar menganggarkan dana untuk pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19 sebesar Rp 131.091.254.613,00 dan terealisasi Rp99.826.715.867,00 atau 76,15 persen. Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1.900.322.351.666 dengan realisasi Rp1.996.441.141.259,54 atau mencapai 105,06 persen.

Belanja daerah yang direncanakan tahun 2021 sebesar Rp2.204.424.453.487,00 dengan realisasi Rp1.925.696.066.384,40 atau 87,36 persen. Pembiayaan daerah, penerimaannya direncanakan sebesar Rp 304.102.101.824,00 dengan realisasi Rp307.602.101.822,00 atau 101,15 persen. Pengeluaran pembiayaan daerah yang direncanakan Rp8.699.952.688,00 dengan realisasi Rp8.699.952.688,00 atau 100 persen.

“Demikian penyampaian LKPJ Wali Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021. Lebih lanjut mohon saran, koreksi, dan pemikiran dari Pimpinan Dewan dan peserta sidang untuk perbaikan dan penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk tahun yang akan datang,” ujar Jaya Negara.

Sidang paripurna ini dihadiri secara langsung dan virtual oleh Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, I Made Muliawan Arya, dan AA Ketut Asmara Putra, serta Anggota DPRD Kota Denpasar. Turut hadir Forkopimda Kota Denpasar bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.