Wacana Gerindra Ganti Waka DPRD Dinilai Tak Menguntungkan, Mori Digusur, Nauvar Diisukan Gantikan

MORI Hanafi dan Kadri (kanan). Foto: rul

MATARAM – Langkah petinggi DPD Partai Gerindra NTB yang diam-diam mulai bergerak mengganti Mori Hanafi dari kursi Wakil Ketua DPRD NTB terus menuai polemik. Meski sebatas isu dan ramai di media sosial, sejumlah anggota DPRD NTB mengaku kaget gerakan senyap mengganti posisi Mori, yang juga Bendahara DPD Partai Gerindra NTB itu.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. Kadri, menilai wacana mencopot kader senior yang tiga periode menjadi legislator DPRD NTB itu sebagai kebijakan yang tidak menguntungkan Gerindra menyongsong Pemilu 2024. Apalagi petinggi Gerindra NTB juga memilih bungkam atas isu yang dilahap publik tersebut.

Bacaan Lainnya

Bagi dia, idealnya setiap kebijakan partai harus didasari pertimbangan rasional. “Wajar kini muncul penilaian minor terhadap Gerindra sebagai partai otoriter, partai tidak rasional, dan tidak demokratis,” lugas Kadri, Rabu (6/4/2022).

Gerindra, sebutnya, mesti berani terang-terangan memberi alasan wacana pencopotan. Apalagi Mori dikenal publik NTB bukan politisi “kaleng-kaleng” dengan pengalaman matang di DPRD NTB, terutama dari sisi kapasitas keilmuan, dalam mengkonstruksikan anggaran daerah.

Lulusan magister keuangan salah satu universitas terkemuka di Australia itu dinilai punya kapasitas sangat membantu dalam memperlancar tugas pembahasan anggaran. “Bahkan dari pihak eksekutif saya mendengar sosok Mori Hanafi ini sangat bagus dan tepat dalam pembahasan anggaran,” puji Kadri.

Baca juga :  2.066 KK Krama Adat Batur Diguyur Sembako

Ketika riset soal pemilu beberapa waktu lalu, Kadri heran Mori masih bertahan ketika banyak petahana tumbang. Kata dia, di Dapil VI meliputi Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima, Mori dikenal sangat royal. Mori disebut jarang mengatakan “tidak” jika ada permintaan dari konstituen dan sejumlah kalangan.

Atas sejumlah prestasi Mori itu, imbuhnya, petinggi Gerindra seyogianya bangga dengan kadernya sendiri. Kadri juga melihat belum melihat pelanggaran krusial yang dilakukan Mori ke partainya. Sikap kritis Mori pada Pemprov NTB dipadang lebih sebagai menjaga marwah partai.

“Sikap merasa tersaingi dengan adanya prestasi kader itu enggak baik di internal partai. Apalagi sampai mengganggu dengan isu pergantian jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD NTB,” sesal Kadri.

Sebelumnya Gerindra juga “mengistirahatkan” salah satu politisi seniornya, Ridwan Hidayat, dari kursi Ketua Gerindra NTB dan Ketua Komisi 2 DPRD NTB. Hingga kini belum diketahui alasan pergantian Mori, meski banyak isu bertebaran.

Salah satu rumor yang santer, upaya pencopotan Mori merupakan buntut perseteruannya dengan petinggi Gerindra yang juga anggota DPR RI, Bambang Kristiono (HBK). Rumor menyebut bibit friksi bermula saat Mori yang Ketua PSSI NTB tak mampu mengawal Lombok FC milik HBK lolos ke Liga Tiga Nasional.

Alih-alih mengawal Lombok FC, Mori justru disebut memiliki “afiliasi” dengan klub lain yang berlaga di kompetisi yang sama dengan Lombok FC di Liga Tiga NTB. Hal itu disebut membuat hubungan Mori-HBK merenggang, dan terus berlanjut hingga kabar pencopotan muncul di awal Ramadhan.

Baca juga :  Bawaslu Akui Tak Bisa Puaskan Semua Pengadu, Usut Pelanggaran Dibatasi Regulasi

Ketua OKK DPD Partai Gerindra NTB, Sudirsah Sujanto, yang dikonfirmasi soal rumor pergantian Mori Hanafi, hingga berita ini diturunkan belum memberi tanggapan. Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB, Nauvar Furqani Farinduan, yang dimintai tanggapan, juga belum memberi keterangan jelas. “Apa itu?” katanya melalui pesan singkat, tapi belum memberi keterangan lebih lanjut tentang kabar pergantian.

Masih dari rumor yang beredar, pengganti Mori kabarnya Nauvar Furqani Farinduan. Tetapi isu ini belum terkonfirmasi dari otoritas fraksi ataupun partai.

Di kesempatan terpisah, Mori Hanafi yang dimintai komentar, mengaku belum dapat memberi keterangan banyak. “Saya belum tahu, kita tunggu saja. Saat ini saya tidak komentar dulu,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (6/4/2022). rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.