Vasudhaiva Kutumbakam – Huma Betang Jadi Spirit Pembauran Kebangsaan

KETUA FPK Kota Denpasar, I Made Arka, dan Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar, AA Ngurah Gede Darma Putra Atmadja (2 dari kanan), saat menerima kunjungan kerja FPK Kota Palangka Raya di Kantor Kesbangpol Kota Denpasar, Senin (23/6/2025). Foto: tra
KETUA FPK Kota Denpasar, I Made Arka, dan Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar, AA Ngurah Gede Darma Putra Atmadja (2 dari kanan), saat menerima kunjungan kerja FPK Kota Palangka Raya di Kantor Kesbangpol Kota Denpasar, Senin (23/6/2025). Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kota Denpasar membangun keharmonisan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang artinya kita semua bersaudara. Sprit ini adalah visi dan misi dari Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara dan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang menginginkan Denpasar menjadi Kota Kebhinekaan dalam menjaga persatuan Indonesia.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar, AA Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, mengungkapkan hal itu saat menerima kunjungan kerja Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Palangka Raya di Kantor Kesbangpol Kota Denpasar, Senin (23/6/2025). Turut mendampingi Ketua FPK Kota Denpasar, I Made Arka; dan Wakil Ketua AA Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, serta pengurus lainnya. Rombongan FPK Kota Palangka Raya dipimpin Sekretaris Kesbangpol Kota Palangka Raya, Nining.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut AA Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, mengatakan, dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang merupakan bahasa Sansekerta, warga diharapkan bisa saling mengerti dan tolong-menolong. Karena dengan konsep tersebut masyarakat bisa saling menghargai dan tidak terjadi kesalahpahaman.

Nining, menyampaikan senang bisa berkunjung ke Kota Denpasar. Dalam kunjungan kali ini, dia bersama 13 orang terdiri dari 3 orang dari Kesbangpol Kota Palangka Raya, dan 10 orang dari pengurus FPK Kota Palangka Raya.

Nining didampingi Wakil Ketua FPK Kota Palangka Raya, Soetoyo, menyampaikan, FPK Kota Palangka Raya menaungi 22 paguyuban, di antaranya dari paguyuban Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, Palembang, Sulawesi Selatan, Madura, Lombok, Dayak, Maluku, dan Aceh. Kota Palangka Raya  adalah sebuah kota sekaligus ibu kota provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini memiliki luas wilayah 2.853,12 km² dan jumlah penduduk pada akhir tahun 2024 sebanyak 315.153 jiwa, dengan kepadatan penduduk rata-rata 110 jiwa/km².

Secara administratif, Kota Palangka Raya terdiri atas 5 kecamatan, yakni Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu, Sabangau, dan Rakumpit. Kegiatan yang dilakukan selama ini di antaranya pembinaan FPK di lima kecamatan dan sosialisasi wawasan kebangsaan.

Ia mengungkapkan, falsafah Huma Betang sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam. Huma (yang artinya rumah dalam bahasa Dayak Ngaju). Betang memiliki arti mengedepankan musyawarah dan mufakat kesetaraan sesama manusia, kebersamaan, kekeluargaan/persaudaraan, persatuan dan taat pada hukum, sehingga tidak salah jika Huma Betang ini sebagai simbol kerukunan warga Kalimantan Tengah.

Huma Betang adalah nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Dayak, khususnya dalam konteks kehidupan bersama di rumah betang (rumah adat Dayak). Nilai-nilai ini mencerminkan prinsip-prinsip seperti kebersamaan, gotong royong, kesetaraan, musyawarah mufakat, toleransi, dan persatuan.

Dalam diskusi banyak disampaikan mengenai kebhinekaan di Indonesia dalam menjaga kerukunan antarethnis, ras, suku, dan budaya, khususnya di Bali diketahui budaya dan agama bisa menyatu dalam menjaga keutuhan berbangsa.

Rombongan FPK Kota Palangka Raya juga memuji cara penyajian materi disampaikan Ketua FPK Kota Denpasar sangat bagus dan terurai dengan jelas serta kegiatan yang dilakukan FPK Kota Denpasar sangat menarik dengan membuat Parade Budaya Nusantara. Sebaliknya, Ketua FPK Kota Denpasar, Made Arka, juga mengapresiasi FPK Kota Palangka Raya dalam pengurusan banyak bisa menampung paguyuban yang bergabung di FPK Kota Palangka Raya dalam bingkai kebhinekaan.

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berlangsung mengalir dengan beberapa komentar mengenai kebhinekaan dalam menjaga persaudaraan di semua paguyuban. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cendramata dari masing-masing FPK dan tukar pengalaman dalam menjalankan organisasi vertikal yang dibentuk oleh pemerintah sesuai dengan undang-undang. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses