MATARAM – Spekulasi liar terkait kasus baku tembak sesama anggota Polri di kediaman Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo, di Jakarta Selatan yang menewaskan Brigadir, hingga kini masih menggelinding. Keterangan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, selain membingungkan, juga tidak logis dinilai publik.
Karena itu, Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Wuryanto, mendesak Kapolri, Jenderal Listyo Sigit, memberi penjelasan lebih detail atas insiden yang diduga kejahatan pembunuhan berencana tersebut.
“Yang pertama, membuat rakyat tidak puas, publik, pemerhati tidak puas. Kenapa agak lambat, itu kejadian dari Jumat kok munculnya Senin?” tegas Bambang di sela-sela memimpin rombongan Komisi III berkunjung ke Pulau Lombok, Kamis (21/7/2022).
Bambang mendaku Komisi III akan memanggil Kapolri dalam rapat yang digelar setelah masa reses. Hanya saja, selama belum ada penjelasan lebih dalam soal kasus polisi tembak polisi ini, dia minta masyarakat tidak berspekulasi.
“Kita berharap mendapat penjelasan lebih rinci lagi ke depan. Bahasanya kawan-kawan supaya masalah ini lebih terang benderang. Saya tidak akan bicara banyak, karena kita sedang tunggu kinerja Polri,” sebut politisi PDIP tersebut.
Soal desakannya agar ada pembentukan tim khusus di internal Polri untuk mengusut, tidak lain untuk memastikan pengusutan kasus berjalan secara transparan. Soal apakah perlu sampai pembentukan tim gabungan pencari fakta, Bambang memandang belum perlu.
“Menurut saya sih belum perlu, karena tim gabungan pencari fakta itu kalau ada beda pendapat. Ada pendapat yang ke A, ke B, ini kan pendapat belum keluar. Kalau ada beda pendapat baru bisa kita bentuk,” terangnya.
Selain itu, lanjut dia, kasus ini merupakan permasalahan internal yang tidak merembet kepada korban di kalangan masyarakat. Karena itu pembentukan tim gabungan pencari fakta belum dibutuhkan. “Kita beri kesempatan Polri untuk menjelaskan lebih rinci,” ajaknya.
Anggota Komisi III lainnya, Didik Mukrianto, juga minta Polri transparan menangani kasus yang menyebabkan Irjen Ferdy Sambo dicopot dari jabatannya itu. Politisi Demokrat itu menegaskan, Polri perlu transparan agar kasus tersebut bisa diungkap secara terang benderang. “Saya berharap agar kasus ini diproses secara transparan, profesional dan akuntabel agar posisi kasusnya bisa diungkap seterang dan setuntas mungkin,” lugasnya di Bandara Internasional Lombok (BIL), kemarin.
Didik berharap setiap tahapan penanganan kasus dilakukan seterang mungkin, dan memberi akses publik untuk mendapat informasi yang utuh dan benar. Bagaimanapun kasus yang melibatkan sesama anggota Polri ini menjadi perhatian publik secara luas. Selain itu, salah satu tugas yang diemban Polri adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menjadi pengayom masyarakat.
“Secara akal wajar juga masyarakat khawatir tentang hal itu, mengingat seolah-olah begitu mudahnya para aparat kita, dengan fasilitas senjata yang mereka punya, digunakan untuk saling baku tembak di antara mereka,” urainya bernada menyesalkan. rul























