Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh Kembali Meningkat 60 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Sempat sehari terlewati tambahan kasus positif, jumlah pasien sembuh kembali meningkat pada perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Jumat (11/6/2021).

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Jumat (11/6/2021), pasien sembuh bertambah sebanyak 60 orang, atau 14 orang lebih banyak dari tambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 46 orang yang semuanya melalui transmisi lokal. Kabar dukanya, kasus meninggal dunia bertambah 2 orang masing-masing dari Denpasar dan Badung.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 47.688 orang (47.517 WNI dan 171 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 45.748 orang ( 95,93%) sudah sembuh dengan rincian 45.585 WNI dan 163 WNA).

Sementara kasus meninggal menjadi 1.517 orang (3.18%) dengan rincian 1.511 WNI dan 6 WNA. Sedangkan kasus aktif (pasien dalam perawatan) berkurang 16 orang, menjadi 423 orang (0,89%) dengan rincin 421 WNI dan 1 WNA.

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.598.664 orang dan vaksin 2 sebanyak 677.606 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 2.957.120 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 680.850 dosis.

Baca juga :  Dokar “Denpasar City Tour” Beroperasi Terapkan Prokes, Sabtu-Minggu Gratis, Senin-Jumat Bayar Bisa Pakai QRIS

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.