Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh 77, Positif 66, Meninggal Bertambah 5 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, Minggu (25/4/2021) mencatat penambahan pasien sembuh sebanyak 21 orang, sementara kasus positif baru bertambah 66 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 5 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Minggu (25/4/2021), lima pasien yang tutup usia tersebar di lima kabupaten/kota yakni; Denpasar, Tabanan, Bangli, Klungkung dan Karangasem masing-masing 1 orang.

Bacaan Lainnya

Sedangkan 66 kasus positif baru (65 orang melalui Transmisi Lokal dan 1 PPDN) tersebar di tujuh kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Bangli dan Jembrana. Denpasar kembali menjadi penyumbang terbanyak 21 orang, disusul Gianyar 12 orang, Bangli 10 orang (tiga besar).

Sementara pasien sembuh sebanyak 77 orang dilaporkan seluruh kabupaten/kota di Bali, dimana Kota Denpasar mencatatkan jumlah terbanyak 18 orang. Disusul Buleleng 14 orang, Gianyar 12 orang (tiga besar).

Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali sampai saat ini berjumlah 43.981 orang (43.859 WNI dan 122 WNA). Dari jumlah itu, yang sudah sembuh sebanyak 41.306 orang (93,92%) dengan rincian 41.200 WNI dan 106 WNA.

Baca juga :  Kelurahan Sesetan Rutin Sosialisasi dan Pemantauan Protokol Kesehatan

Sedangkan kasus meninggal dunia, kini berjumlah 1.301 Orang (2,96%) dengan rincian 1.296 WNI dan 5 WNA. Dan pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif) berkurang 16 orang menjadi 1.374 Orang (3,12%) dengan rincian 1.363 WNI dan 11 WNA.

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubernur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain; kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.