POSMERDEKA.COM, BULELENG – Usai tampil gemilang di dua seri World Cup dengan menyabet 2 medali emas secara beruntun, atlet panjat tebing putri Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi, akan memanfaatkan waktu liburannya sepekan di kampung halamannnya, di Buleleng, Bali.
Sebagaimana diberitakan posmerdeka.com, Desak Rita merebut medali emas di nomor spesialisnya speed perorangan putri di ajang World Climbing Series Chamonix 2026, Prancis, Minggu (12/7/2026). Sepekan sebelumnya, Desak Rita juga meraih medai emas pada seri Krakow, Polandia.
Dua kemenangan secara beruntun di Series Chamonix dan Krakow, sekaligus mengokohkan posisi Desak Rita di peringkat satu dunia dalam daftar speed Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).
Kepulangan Desak Rita disambut Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, bersama jajaran pengurus, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kamis (16/7/2026).
Penyambutan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi atlet kebanggaan Buleleng yang terus mengharumkan nama daerah, Bali, dan Indonesia di berbagai kejuaraan dunia.
Desak Rita mengungkapkan akan memanfaatkan masa libur selama satu pekan untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga di kampung halamannya sebelum kembali menjalani program latihan intensif.
“Saya cuti libur satu minggu sebelum kembali mempersiapkan diri menghadapi Asian Games Nagoya pada September nanti,” ujarnya.
Ia juga tidak ingin larut dalam euforia usai meraih prestasi di kancah internasional. Setelah istirahat sepeken, Desak Rita menyatakan fokusnya kini tertuju pada persiapan menghadapi Asian Games Nagoya 2026 yang akan berlangsung pada September mendatang.
Meski saat ini ia berada di ranking teratas peringkat dunia nomor speed putri, Desak Rita mengaku persaingan masih berlangsung. Pasalnya, masih ada dua seri World Cup yang akan menjadi penentu klasemen akhir.
“Untuk peringkat satu dunia masih berproses karena masih ada dua seri World Cup lagi. Jadi, posisinya masih bisa berubah. Saat ini fokus saya adalah mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2026,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan pihaknya sengaja menjemput langsung Desak Rita sebagai bentuk penghormatan kepada atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
“Kami menjemput Desak Rita atas nama KONI Kabupaten Buleleng sebagai bentuk perhatian kepada atlet yang telah membawa nama baik Buleleng, Bali, dan Indonesia di berbagai kejuaraan dunia,” ujar Gede Supriatna
Di sela-sela kepulangannya, Desak Rita juga menyampaikan pesan kepada generasi muda di Bali, khususnya atlet-atlet Buleleng, agar tidak ragu memiliki cita-cita besar.
“Berani bermimpi tinggi, karena bermimpi itu gratis. Setelah itu harus dibarengi dengan kerja keras, disiplin, dan tekad yang kuat,” pesannya. yes























