Update Covid-19 di Bali: 112 Pasien Sembuh, Kasus Positif 105, Meninggal Bertambah 8 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, Senin (3/5/2021) mencatat penambahan pasien sembuh yang lebih dominan sebanyak 112 orang, atau 7 orang lebih banyak dari kasus positif baru yang berjumlah 105 orang (96 orang melalui Transmisi Lokal dan 9 PPDN). Sedangkan kasus meninggal dunia bertambah 8 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Senin (3/5/2021), tambahan 8 pasien yang tutup usia terjadi di enam kabupaten/kota. Rinciannya; Badung dan Tabanan masing-masing 2 orang. Kemudian, Denpasar, Bangli, Buleleng dan Karangasem masing-masing 1 orang.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Buleleng yang sempat menjadi penyumbang harian terbanyak kasus positif Minggu (2/5/2021), kini hanya mencatatkan tambahan sebanyak 12 orang, dibawah Denpasar 37 orang, Gianyar 18 orang dan Badung 15 orang. Kemudian Karangasem 10 orang, Tabanan 7 orang dan Bangli 4 orang. Sementara dua kabupaten, Klungkung dan Jembrana nihil tambahan kasus baru.

Di sisi lain, Kota Denpasar secara konsisten mencatatkan jumlah harian pasien sembuh terbanyak 48 orang, disusul Buleleng 24 orang, Badung 13 orang, Gianyar 10 orang, Tabanan 9 orang, Bangli 3 orang, Klungkung 2 orang dan Jembrana 1 orang.

Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali sampai saat ini berjumlah 45.004 orang (44.875 WNI dan 129 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 42.422 orang (94,26%) sudah sembuh dengan rincian 42.313 WNI dan 109 WNA.

Baca juga :  Bertambah Lagi 86 Orang, Persentase Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Mencapai 77,33 %

Sementara kasus meninggal dunia, kini menjadi 1.361 Orang (3,02%) dengan rincian 1.356 WNI dan 5 WNA). Selanjutnya, pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif) berkurang 15 orang menjadi 1.221 orang (2,71%) dengan rincian 1.206 WNI dan 15 WNA.

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubernur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain; kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.