TC di Bali, Adaptasi Ombak Jadi Kunci Peluang Timnas Surfing di Asian Games 2026

PESELANCAR Indonesia I Made Ariyana beraksi saat kompetisi Manokwari Pro World Surf League QS2000 di Pantai Petrus Kafiar Amban, Manokwari, Papua Barat, Kamis (27/11/2025). Kejuaraan internasional tersebut diikuti oleh 94 peselancar dari berbagai negara seperti Amerika, Australia, Inggris, Jepang, dan Brazil yang berlangsung hingga 30 November 2025. foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pelatih Tim Nasional Selancar Indonesia Dylan Amar mengatakan adaptasi terhadap karakter ombak di Jepang menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung penampilan atlet pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Menurut Dylan, kondisi ombak akan menjadi tantangan utama bagi para peselancar Indonesia sehingga saat ini latihan dilakukan di sejumlah pantai di Bali yang dinilai memiliki karakter serupa dengan arena perlombaan di Jepang.

Read More

“Karena di surfing ombak sangat menentukan, persiapan untuk latihan kita menggunakan venue (tempat pertandingan) yang seperti di Jepang, yaitu Kuta, Legian, dan Canggu. Karena kemiripan kontur dasarnya,” kata Dylan, Jumat (17/7/2026).

Selain latihan teknik di laut, para atlet juga menjalani program penguatan fisik secara rutin. Dylan mengatakan latihan di laut dilakukan lima kali dalam sepekan untuk menganalisa karakter ombak sekaligus mengimplementasikan penerapan strategi. Sementara, latihan di pusat kebugaran berlangsung tiga kali seminggu untuk melatih kekuatan fisik dan fleksibilitas gerakan.

Indonesia rencananya menurunkan 4 atlet, masing-masing dua putra dan dua putri. Menurut Dylan, atlet Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain, termasuk Jepang. Namun, status Jepang sebagai tuan rumah memberikan keuntungan karena lebih memahami karakter ombak di lokasi pertandingan.

“Secara di atas kertas skill kita sama, maksudnya Jepang dan Indonesia ini sama. Karena beberapa kali kita sudah kalahkan Jepang, seperti di Maldives kita kalahkan Jepang. Di India kemarin kita kalahkan Jepang,” kata Dilan, seraraya menambahkan, keuntungan dia (Jepang), dia paham dengan pantai dia. Karena mereka sudah latihan terus. Itu saja yang tantangan kita untuk melawan tuan rumah.

Oleh karena itu, ia berharap tim Indonesia dapat diberangkatkan lebih awal ke Jepang agar memiliki waktu untuk mempelajari karakter ombak di arena perlombaan, dan memprediksi kondisi cuaca dan angin saat ajang berlangsung.

“Makanya persiapan kita kalau bisa dapat lebih panjang di Jepang itu akan menguntungkan kita. Untuk mempelajari karakter ombak di sana,” ujar Dilan, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke pelatnas tim surfing Indonesia di Bali, Kamis (16/7), Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Todotua Pasaribu mengatakan akan mengupayakan permintaan tim selancar tersebut agar atlet dapat tampil maksimal.

“Kita akan mengusahakan itu, karena memang harapannya kita mau juga para atlet yang apa namanya, yang akan bertanding itu memang benar-benar bisa seoptimal mungkin, kalau memang dimungkinkan mereka bisa beberapa hari datang lebih awal, sehingga mereka bisa beradaptasi,” ujar Todotua. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.