MATARAM – Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, menghadiri acara dialog bersama jajaran civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas), akhir pekan lalu. Ketua Umum PB NWDI itu didoakan agar mampu menjadi pemimpin masa depan.
“Insya Allah Pak TGB dengan kapasitas keilmuannya yang tidak saja ulama, sangat layak masuk menjadi umara. Kalau tidak RI 1 (presiden) ya RI 2 (wakil presiden) atau jabatan strategis lainnya di pemerintahan ke depan,” puji Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, dalam sambutannya.
Menurut Jamaluddin, bangsa Indonesia harus kuat dalam penguasaan sains dan teknologi. Para ustad di Indonesia juga harus digerakkan agar saat agama bangkit, ilmu juga harus bangkit. Iklim negara yang kompetitif pun harus terus didorong. “Seperti handphone, itu merupakan buatan negara lain. Generasi muslim harus bangkit untuk menunjukkan kualitas Indonesia,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, dia bercerita sekitar 15 tahun lalu sempat memimpin para akademisi muda Indonesia untuk bisa bersaing dari bangsa lainnya. Sayang, guru besar kelautan dan perikanan itu menemui jalan terjal. Padahal jika merujuk potensi sumber daya manusia, penduduk Indonesia peringkat nomor empat terbanyak di dunia.
“Ini karena kita enggak mampu menunjukkan kualitas persaingan global, terlebih kalangan perguruan tinggi enggak memperoleh dukungan pendanaan dari kalangan pemerintahan,” tutur Jamaluddin.
“Kalau saya mau jujur itu, sakitnya di sini. Itu karena indeksnya (kompetisi global) menyakitkan hati kita,” sambung dia sembari menunjuk ke dada.
Guru besar ilmu politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unhas, Armin, berujar hal serupa. Dia mendaku sejak lama mengidolakan TGB untuk bisa menjadi pemimpin masa depan Indonesia. “Pak Kiai ini (TGB) doktor yang sudah berpengalaman dan memimpin Provinsi NTB dua periode,” tegas Armin.
Dia berharap kekuatan politik Islam yang selama ini berserakan di mana-mana dapat bersatu kembali. Kondisi itu akan dapat memudahkan jalur pemimpin Islam yang memiliki kompetensi bisa tampil menuju RI 1 atau RI 2.
“Nah, Pak TGB ini adalah satu dari pemimpin muda Islam yang pemikirannya layak untuk bisa memimpin bangsa Indonesia ke depan. Semoga kekuatan Islam yang berserakan bisa bersatu padu untuk memperjuangkan, agar ada tiket menuju RI 1 atau RI 2,” ajaknya. rul
























