Undiknas Denpasar Bangun Gedung Baru Senilai Rp22 Miliar

UPACARA peletakan batu pertama pembangunan gedung di kampus Undiknas Denpasar, Senin (14/3/2022). Foto: ist

DENPASAR – Tidak lama lagi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar bakal memiliki gedung baru. Gedung blok B dan C mulai dibangun di area kampus setempat dan ditarget rampung tahun 2023. Upacara peletakan batu pertama pun telah dilakukan pada Senin (14/3/2022).

Rektor Undiknas, Prof. Dr. Nyoman Sri Subawa, menyampaikan, peletakan batu pertama sebagai bagian pembangunan fisik untuk memenuhi fasilitas pembelajaran pada mahasiswa Undiknas agar lebih nyaman.

Bacaan Lainnya

Mengingat, dengan peningkatan jumlah mahasiswanya, kampus memerlukan tambahan ruang belajar. Di gedung yang baru ini nantinya akan menjadi laboratorium dan ruang belajar.

“Era hybrid learning menjadi bagian fokus kami. Di samping belajar secara online juga secara offline, menjadi kombinasi pembelajaran bagi Undiknas University. Kami harapkan dengan kualitas pembelajaran yang lebih baik saat ini dan seterusnya akan meningkatkan kualitas lulusan,” katanya.

Prof. Sri Subawa mengungkapkan, saat ini Undiknas juga tengah mengembangkan beberapa program studi baru. Salah satunya akan mengembangkan program double degree. “Mudah-mudahan izin itu dikeluarkan oleh Kementerian dan tentunya menjadi acuan kami untuk selalu menjadi yang terbaik, nasional maupun internasional,” ucapnya.

Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar, Dr. A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, mengatakan, meski dibangun di tengah situasi pandemi Covid-19, ia menegaskan pembangunan gedung senilai Rp22 miliar ini tidak menggunakan pinjaman bank.

Baca juga :  Bule Penyelenggara Yoga Orgasme Dideportasi, Gubernur Koster: Tak Boleh Korbankan Nilai Budaya

Ia menyatakan, pembangunan gedung ini sudah direncanakan beberapa tahun yang lalu. Untuk mewujudkan hal itu, Perdiknas yang mengelola SMP, SMK, dan Undiknas berupaya melakukan efisiensi dan tetap berusaha menabung.

Pembangunan gedung ini, kata dia, sangat penting agar penyelenggaraan pendidikan semakin berkualitas. “Saya menargetkan pembangunan ini paling lama setahun. Periode saya dua tahun lagi (sebagai Ketua Perdiknas) dan saya tidak mau meninggalkan catatan-catatan utang. Lebih baik membangun semampunya, sehingga nanti pengganti saya tinggal melanjutkan,” katanya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.