UMK Berdata, Berdana, Berdaya dan Berkelanjutan: Strategi Pemulihan Ekonomi

  • Whatsapp
NI Kadek Sinarwati. foto: ist

Oleh Ni Kadek Sinarwati
(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha)

PERTUMBUHAN ekonomi nasional bertanda negatif yang terjadi di Negara Indonesia, merupakan salah satu dampak dari pandemi Covid 19. Usaha Mikro Kecil (UMK) disadari merupakan sektor yang paling “cepat’’ dalam pandemi.

Bacaan Lainnya

Maksudnya UMK paling cepat terdampak karena menggunakan modal dan tenaga kerja yang relatif kecil, dan paling cepat juga pulih karena tidak terlalu terikat pada modal asing, sehingga tidak terbebani oleh beban bunga pinjaman yang tinggi.

Pengalaman menunjukkan bahwa UMK berperan sebagai penyelamat ketika krisis ekonomi pernah melanda Indonesia di akhir tahun 1999 menuju awal tahun 2000. Mengingat UMK memiliki tingkat fleksibilitas usaha yang tinggi, dan kontribusinya pada pemulihan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja, maka wajar jika UMK mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Perhatian pemerintah kepada UMK demi meningkatkan perannya dalam memulihkan ekonomi diantaranya: 1). Memberikan kemudahan berusaha untuk UMK dalam wujud proses perijinan tunggal dan cukup dengan pendafttaran. 2). Prioritas penggunaan produk barang/jasa dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. 3). Mendorong kemitraan UMK dengan Penanaman Modal Asing.

Baca juga :  Gelar Produk Industri dan Perdagangan Bantu Promosi Produk IKM Denpasar

UMK sebagai salah satu industri yang diharapkan berkontribusi memulihkan ekonomi nasional dengan kemudahan dan perhatian yang telah diterima dari pemerintah hendaknya berbenah dan bangkit demi kemajuan bersama. Strategi yang dapat diimplementasikan UMK untuk bangkit memulihkan ekonomi adalah mnerapkan strategi 4 B yaitu Berdata, Berdana, Berdana dan Berkelanjutan.

Berdata maknanya di sela-sela aktivitas usahanya pemilik usaha mulai mendata administrasi usaha, merapikan pencatatan, menyusun laporan usaha sehingga ketika mengajukan permohonan kredit ke lembaga keuangan atau ke bank sudah memiliki laporan yang bisa dipelajari oleh calon kreditur. Berdata juga bermakna pemilik UMK mendata identitas pelanggan, dan menjalin komunikasi.

Pemilik UMK juga hendaknya memiliki data pemasok bahan baku, demi menjaga rantai pasok yang lancar. Data kontak person instansi pemerintah juga layak disimpan untuk kepentingan memperoleh pembinaan atau pelatihan maupun pendampingan usaha.

Berdana dimaksudkan UMK menambah modal baik dari setoran modal pemilik maupun penambahan modal eksternal dengan memanfaatkan tawaran program bantuan permodalan dari lembaga keuangan mikro seperti Koperasi, Lembaga Perkreditan Desa, BUMDes, dan tawaran program modal dengan bunga ringan dari perbankan. Secara logika akan terjadi korelasi antara UMK berdata dengan berdana.

Jika UMK berdata dimaknai salah satunya UMK memiliki data kondisi keuangan dalam bentuk laporan keuangan yang menunjukkan pertumbuhan harta, utang dan modal, maka akan memudahkan UMK menjadi berdana (lebih besar peluang memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan). Tersedianya data kondisi keuangan, data pelanggan, data pemasok bahan baku, kemudahan memperoleh tambahan modal mendorong terciptanya UMK yang berdaya.

Baca juga :  Libur Imbas Covid-19, PSSI segera Susun Jadwal Liga 1 dan Liga 2

UMK berdaya maknanya pemilik akan lebih mampu menjaga kelangsungan usaha. Rasionalisasinya adalah suplai bahan baku dan proses produksi yang stabil karena kebutuhan modal tercukupi (dengan memanfaatkan program kredit bunga ringan) serta rantai penjualan produk yang lebih pendek (tersedianya data pelanggan).

UMK berdaya juga bermakna memiliki posisi tawar dimata pemasok maupun pelanggan, sebagai dampak dari tersedianya data beberapa alternatif pemasok dan terjalinnya komunikasi yang baik dengan pelanggan.

Ketika UMK sudah berdaya, maka untuk dapat meningkatkan kinerja usaha, inovasi dan kreativitas merupakan syarat mutlak. Survei untuk mengetahui perubahan selera konsumen sambil tetap menjaga kualitas produk merupakan kewajiban menuju usaha yang berkelanjutan.

Berkelanjutan maknanya UMK mampu mempertahankan kelangsungan usahanya. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan: 1). Menjaga bahkan meningkatkan kualitas produk. Terkadang terdapat UMK yang ketika produknya sudah mulai diminati konsumen maka secara perlahan kualitas produk mulai menurun. Kualitas produk yang perlahan menuruan tentu akan diikuti oleh pelanggan yang juga perlahan berkurang.

2). Tetap mendata dan menjaga komunikasi yang baik dengan pelanggan, pemasok bahan baku, pemerintah dan pemberi modal, 3). Mencatat dan menganalisis perkembangan keuangan, 4). Peka terhadap perubahan selera masyarakat. 5). Memperhatikan kesejahteraan pegawai, dan 6). Menjaga integritas dan kredibitas.

Berdata, berdana, berdaya dan berkelanjutan merupakan strategi yang dapat diterapkan UMK agar mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat serangan pandemi Covid-19. UMK yang bangkit menyerap tenaga kerja tentu saja akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin meningkat merupakan harapan semua pihak.

Baca juga :  12 PMI Asal Bali Positif Covid-19 Sembuh

UMK sebagai salah satu pelaku ekonomi sudah pernah menunjukkan ketangguhannya melawan krisis ekonomi, kini saatnya menunjukkan ketangguhannya bangkit memulihkan ekonomi nasional dengan salah satu cara menerapkan strategi Berdata, Berdana, Berdaya, Berkelanjutan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.