POSMERDEKA.COM, MATARAM – Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, minta agar perbedaan pilihan politik atau figur jangan sampai menimbulkan dikotomi yang berakhir dengan perpecahan. Hal itu akan berdampak kepada terhalangnya rasa kasih sayang di tengah masyarakat.
“Menjelang pesta demokrasi, semua elemen masyarakat harus tetap menciptakan ketertiban, sehingga harmonika kehidupan di bumi NTB tetap terjaga,” pinta Gita saat melepas umat Hindu yang akan melaksanakan ritual mulang pekelem di Pura Taman Mayura, Kota Mataram, Selasa (24/10/2023).
Menurut Gita, dalam kontestasi pemilihan di alam demokrasi yang dianut bangsa Indonesia, perbedaan pilihan merupakan suatu keniscayaan. Dalam Islam, jelasnya, perbedaan pilihan itu sunnatullah, jangan sampai timbul friksi dikotomi pemecah belah masyarakat. “Termasuk di umat Hindu, juga harus mampu mengelola perbedaan pilihan dengan baik,” pesannya.
Ketua Krama Pura, AA Made Jelantik, mengaku, kegiatan mulang pekelem yang dilaksanakan semeton Hindu Bali Lombok merupakan satu ikhtiar dari umat Hindu untuk memohon kesejahteraan. “Tujuan kegiatan ini adalah minta kesejahteraan yang ditandai turunnya hujan. Dengan adanya hujan, sawah petani akan subur, dan itulah filosofi mulang pekelem,” terangnya. “Kegiatan mulang pekelem kami lakukan di Gunung Rinjani, dengan jumlah peserta tahun ini sebanyak 208 orang,” pungkas Jelantik. ABW. rul
























