Tutup Tahun 2021, PLN Tuntaskan Tol Listrik Pulau Sumbawa

  • Whatsapp
JAJARAN PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, terlihat berhasil menyambungkan saluran listrik Bima-Sape yang berada di Pulau Sumbawa. Foto: rul

MATARAM – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara berhasil melakukan pemberian tegangan pertama atau energize pengoperasian satu line jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bima – Sape.

Dengan panjang jaringan 31 kms (kilo meter sirkuit) dan 91 jumlah tapak tower, SUTT tersambung dari Gardu Induk (GI) Bima di Desa Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima menuju Gardu Induk Sape di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Bacaan Lainnya

General Manager UIP Nusa Tenggara, Josua Simanungkalit, mengatakan, bahwa pembangunan SUTT 150 kV Bima – Sape ini dimulai sejak tahun 2014. Dengan total nilai investasi sebesar Rp120 miliar. Adanya, SUTT ini akan sangat menopang keandalan sistem kelistrikan Pulau Sumbawa.

‘’Energize SUTT 150 kV Bima – Sape ini membuat kualitas sistem transmisi Tol Listrik Sumbawa semakin baik. Artinya, bahwa capaian ini akan meningkatkan keandalan pelayanan kepada pelanggan karena PLN dapat menghubungkan GI Taliwang di ujung barat sampai ke GI Sape di ujung timur Pulau Sumbawa,’’ jelas Josua, Kamis (23/12/2021).

Ia mendaku, melalui transmisi dari Bima ke Sape ini, PLN juga dapat mengoperasikan dan memaksimalkan operasi trafo 20 MVA pada GI Sape.

Baca juga :  Selly Mantra Apresiasi Peran Multifungsi Ibu-ibu Masa Kini

Ke depan, pengiriman energi listrik untuk wilayah Sape dapat di transmisikan dari pembangkit PLTMG Bima yang ada di Bonto, atau dari pembangkit lain di wilayah sumbawa seperti PLTMG Sumbawa atau PLTU Sumbawa Barat karena sistem interkoneksi satu pulau melalui Tol Listrik Sumbawa.

‘’Saat ini kami baru mengoperasikan satu line jalur, dari rencana dua line jalur yang memiliki total panjang 62,48 kilometer sirkuit. Ditambah dengan beroperasinya GI Sape, kualitas untuk pelanggan di Sape akan semakin meningkat,’’ ungkap Josua.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi dalam pembangunan SUTT yang melintasi dua kabupaten tersebut sangat luar biasa. Sebab, selain bentang alam yang berbukit dan menyusuri kawasan hutan.

Hal lainnya, yakni situasi pandemi, sehingga menjadi catatan tidak ringannya proses pembangunan transmisi menuju ujung timur Pulau Sumbawa itu.

Oleh karena itu, Josua tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang membantu PLN dalam seluruh tahapan proses pembangunan, sehingga proyek ini dapat diselesaikan pihaknya.

“Kami berkomitmen siap mendorong pertumbuhan investasi dan perkembangan ekonomi, khususnya di NTB. Hal ini yang memicu kami untuk mulai menyelesaikan proyek ini pada Juli tahun 2031,” tandas Josua.

Untuk diketahui bahwa sistem kelistrikan Pulau Sumbawa memiliki daya mampu sebesar 130,9 MW dengan beban yang ditanggung sebesar 115,1 MW. Ini berarti sistem kelistrikan Pulau Sumbawa memiliki daya cadangan sebesar 15,8 MW yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Sumbawa. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.