Tunjangan Sertifikasi Guru di Bangli Tersendat

  • Whatsapp
KADISDIKPORA Bangli, I Nengah Sukarta. Foto: gia
KADISDIKPORA Bangli, I Nengah Sukarta. Foto: gia

BANGLI – Sejumlah guru di Kabupaten Bangli mengeluhkan tunjangan sertifikasi mereka pada triwulan keempat tidak cair lagi satu bulan. Selain mempertanyakan mengapa hal tersebut sampai terjadi, mereka juga waswas apakah hak tersebut akan diperoleh nanti.

Salah seorang guru asal Kintamani yang namanya enggan ditulis identitasnya, saat dihubungi Rabu (13/1/2021) berujar tunjangan sertifikasi lagi satu bulan tidak diterima. Dia tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. “Kami harap pemerintah memberi kepastian kenapa hal itu tidak bisa dicairkan. Dan, apakah nanti kami tahun ini akan mendapat hak itu?,” gugatnya.

Bacaan Lainnya

Hal serupa dikeluhkan seorang guru asal Tembuku. Kata dia, sebelumnya para guru diberi pilihan dibayar penuh tiga bulan, akan tetapi tidak semua mendapat. Diberi pilihan seperti itu, para guru memilih dua bulan saja agar semua bisa menikmati. “Kami juga heran kenapa pembayaran tunjangan sertifikasi ini selalu bermasalah pada pencairan triwulan keempat? Padahal tunjangan ini didanai pusat, ada apa?” sergahnya.

Kadisdikpora Bangli, I Nengah Sukarta, yang dimintai tanggapan, mengakui adanya kondisi itu. Bagi guru yang menerima SKTP tapi karena satu dan lain hal tunjangan profesi mereka belum dapat dibayarkan pada tahun berjalan, jelasnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Keuangan memberi solusinya melalui mekanisme carry over atau kurang bayar. Yang dimaksud adalah proses pembayaran dana TPG yang belum terbayarkan pada tahun sebelumnya.

Baca juga :  Putri Koster : Tunda Hamil di Masa Pandemi

Keadaan ini terjadi, urainya, karena dana yang ditransfer Kementerian Keuangan kepada pemerintah daerah tidak mencukupi kebutuhan anggaran pada tahun berjalan. “Hal ini terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Bangli saja,” jelas Sukarta.

Menimbang ada kekurangan itu, sambungnya, Pemkab Bangli telah mengajukan permohonan tambahan ke pusat, tapi belum juga dikucurkan. Karena itu pula instansinya sempat menawarkan pilihan apakah dibayar penuh dengan konsekuensi ada yang tidak kebagian, ataukah dibayarkan dua bulan tapi semua menikmati. Kalau ada yang menikmati dan tidak, ini akan menimbulkan masalah.

“Makanya kami putuskan membayarkan dua bulan saja, biar adil. Kekurangan ini akan dibayarkan tahun 2021, pada triwulan I, karena sertifikasi ini adalah hak mereka,” ulasnya.

Secara teknis, ungkapnya, kekurangan terjadi lantaran pengajuan amprah setiap tahun terus mengalami perubahan. Setiap tahun ada guru naik pangkat, jadi gaji dan sertifikasi mereka tentu berubah. Dia pribadi berharap kucuran pusat segera turun, sehingga para guru bisa menikmati hak-haknya.

Dia mengklaim masalah ini sudah disosialisasikan ke sekolah-sekolah, dan usulan kekurangan dana ke pusat dikirim pada akhir bulan Oktober 2020 lalu. Sukarta berharap kekurangan bulan Desember 2020 bisa serentak diterima pada triwulan pertama tahun 2021. ”Para guru yang belum menerima  kekurangan pembayaran sertifikasinya untuk bulan Desember agar bersabar,” pintanya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.