TMMD Karangasem Bangun Fasilitas Air Bersih, Juga Wujudkan Jembatan Penghubung

  • Whatsapp
WAKIL Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, membuka resmi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Dusun Bukit Galah, Banjar Dinas Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Selasa (15/6/2021). Foto: ist
WAKIL Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, membuka resmi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Dusun Bukit Galah, Banjar Dinas Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Selasa (15/6/2021). Foto: ist

KARANGASEM – Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, membuka resmi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Dusun Bukit Galah, Banjar Dinas Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Selasa (15/6/2021) . Pembukaan TMMD ke-111 ini ditandai pemukulan gong oleh Artha Dipa didampingi Dansatgas dan Kasiter Korem 163/Wira Satya.

Melalui TMMD ini, harapan warga Sogra memiliki jembatan permanen dan menikmati air bersih akan segera terwujud. TMMD mengagendakan membangun jembatan penghubung Desa Adat Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat dan Desa Yeh Kori di Kecamatan Bebandem. Juga senderan jembatan dan dua tanggul penghambat/cek dam penahan pasir. Bak penampungan air bersih serta pembukaan lahan pertanian seluas 1,4 hektar juga masuk dalam rencana.

Bacaan Lainnya

Artha Dipa mengapresiasi kegiatan TMMD ini, karena dapat mempercepat pembangunan, terutama di desa-desa terpencil dan terisolir, di Karangasem. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat di Bukit Galah yang selama ini kesulitan akses jalan. Pembangunan jembatan di atas Tukad (Sungai) Sabuh dinilai sangat penting untuk menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Anak-anak kami di Bukit Galah juga kebanyakan bersekolah di wilayah Yeh Kori. Dengan dibangunnya jembatan ini, perjalanan mereka akan jauh lebih aman. Mereka tidak perlu lagi bertaruh nyawa melintasi sungai menuju sekolah mereka,” urai Artha Dipa.

Baca juga :  Satpol PP Denpasar Tertibkan PKL Melanggar Perda dan Tanpa Masker

Selain kegiatan fisik, kegiatan nonfisik pada TMMD juga diapresiasi karena dipandang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar. Baik mengenai wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum, penyuluhan kesehatan, pertanian, kebencanaan dan lain-lain. “Dengan besar hati, saya atas nama Pemerintah Karangasem mengucapkan terima kasih kepada Pangdam, Danrem, dan Dandim 1623/Karangasem sebagai garda terdepan mengusulkan kegiatan ini. Dengan program ini, masyarakat kami bisa terlayani,” pujinya.

Dengan keterbatasan anggaran, sambungnya, dia sadar Pemkab Karangasem tidak mampu bekerja sendiri dalam perbaikan dan pembangunan infrastruktur baru. Apalagi pada masa pandemi, sangat sulit melakukan pembangunan baru. Untuk itu, dia berharap tahun mendatang Dandim Karangasem bisa mengusulkan daerah-daerah lain di Karangasem untuk dibangun.

“Pemerintah daerah siap melakukan upaya dukungan dalam merealisasikan kegiatan sejenis,” lugasnya di sela-sela peninjauan pembangunan jembatan sepanjang 15 meter dan lebar 5 meter tersebut.

Dandim 1623/Karangasem selaku Dansatgas TMMD, Letkol Inf. Bima Santosa, melaporkan, TMMD dilaksanakan TNI bekerja sama dengan unsur pemerintah dan komponen masyarakat setempat. Dengan membangun wilayah pulau terluar, terpencil dan terisolir, program ini bertujuan memajukan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Kata dia, selama ini masyarakat di Sebudi sudah membangun jembatan darurat untuk digunakan sehari-hari. Namun, jika hujan deras, jembatannya ikut hanyut dan hilang.

“Kami mendapat info jembatan ini juga dimanfaatkan sebagai jalur evakuasi saat terjadi bencana erupsi Gunung Agung. Untuk itulah, kami rasa pembangunan jembatan ini sangat penting kami laksanakan di wilayah ini,” terangnya.  

Baca juga :  Penyemprotan Disinfektan di Kelurahan Sesetan Rutin Dilakukan

Anggaran TMMD yang disiapkan, jelasnya, senilai Rp1,337 miliar, dengan melibatkan satu SSK sebanyak 150 orang. Sebelumnya memang dilaksanakan Pra-TMMD, karena pembangunan fisik ini cukup lama, dengan harapan selesai tepat waktu. TMMD akan berlangsung selama sebulan mulai Selasa (15/6) kemarin dan ditutup pada tanggal 14 Juli mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasiter 163/Wira Satya, Kolonel Inf. Iwan Sopwan; Kasdim 1610/Klungkung, Mayor Kav. I Nyoman Arya Jaya Antara; Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta; Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini; Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika; Kajari Karangasem, Kalbu Pribadi; Ketua Pengadilan Negeri Karangasem, I Wayan Suarta; kepala OPD terkait dan unsur Forkopimca setempat. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.