Tinjau Pasar Banyuasri, Agus Suradnyana Tekankan Zonasi dan Kebersihan

  • Whatsapp
BUPATI Buleleng, Putu Agus Suradnyana, saat meninjau Pasar Banyuasri, Kamis (10/12/2020). Foto: ist
BUPATI Buleleng, Putu Agus Suradnyana, saat meninjau Pasar Banyuasri, Kamis (10/12/2020). Foto: ist

BULELENG – Sejumlah perwakilan calon pedagang yang nantinya bakal berjualan di Pasar Banyuasri setelah revitalisasi pasar tersebut rampung, pada Kamis (10/12/2020) diberikan sosialisasi. Sosialisasi yang diberikan terkait dengan tata kelola pemanfaatan ruang dan fasilitas di Pasar Banyuasri.

Acara ini dihadiri Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, sekaligus meninjau kondisi Pasar Banyuasri.Dalam sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan agar benar-benar serius mengelola Pasar Banyuasri yang baru saja direvitalisasi. Utamanya, mengenai zonasi pedagang dan juga kebersihan harus dijaga.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana, mengatakan, jumlah pedagang Pasar Banyuasri sebelum direvitalisasi ada 1.364 orang, yang terdiri dari 92 pedagang di toko, 116 pedagang di kios, 729 pedagang di los, dan pedagang musiman di pasar tumpah sebanyak 427 orang. “Itu jumlah pedagang pasar sebelum direvitalisasi. Untuk nanti masih terus dalam pendataan,” ujar Yudiarsana.

Sementara itu, Bupati Suradnyana menjelaskan, transparansi untuk pembagian ruang bagi pedagang harus sesuai dengan zonasi yang ditentukan. Dia tak memungkiri, terkadang zonasi ini dilangar karena para pedagang mencari tempat yang ramai pembelinya.

“Tidak boleh mengambil retribusi dari pedagang yang melanggar zonasi. Ini perlu ditegaskan oleh PD Pasar, jangan juga karena urusan pendapatan melanggar zonasi. Jangan coba-coba mengambil retribusi dari pihak yang melanggar zonasi. Terkadang hal itu menjadi persoalan,” jelas Suradnyana.

Baca juga :  240 Km Jalan Kabupaten Karangasem Rusak Berat

Seluruh pihak diminta untuk tetap menjaga kebersihan Pasar Banyuasri. Jika pedagang tidak sempat untuk membersihkan, ada namanya uang kebersihan. Kalaupun pedagangnya mau membersihkan, dibersihkan secara bersama-sama. “Yang penting semuanya bersih dan terawat dengan baik. Apapun dan bagaimanapun skemanya,” ucap Suradnyana.

Dengan gaya baru Pasar Banyuasri diyakini tidak saja menjadi pasar rakyat untuk mendorong UMKM, melainkan bisa menjadi Daya Tarik Wisata (DTW) baru di Buleleng. “Kami akan susun skema seperti itu,” pungkas Suradnyana. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.