POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Masuk sebagai nominasi Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2023, Kota Denpasar mendapat kunjungan langsung tim verifikasi dari pemerintah pusat. Sejumlah tempat diagendakan dikunjungi oleh tim pusat selama dua hari, Kamis (14/9/2023) dan Jumat (15/9/2023). Salah satunya adalah SMP PGRI 2 Denpasar.
SMP PGRI 2 Denpasar yang beken dengan sebutan Grisda adalah satu-satunya sekolah menengah pertama swasta di Kota Denpasar yang dikunjungi tim verifikasi penilaian lapangan kota sehat dari pemerintah pusat.
Sekolah ini sangat serius dan all out dalam penilaian ini guna mendukung Kota Denpasar meraih Penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara. Tim verifikasi yang terdiri dari Inez Ayu Dhamiera yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri RI selaku ketua tim; Diana Nurhayati yang berasal dari Kementerian Kesehatan RI, dan Ana Suryana yang berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, diterima langsung Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd.
Sri Wahyuni mengatakan, fokus kunjungan tim adalah untuk melihat dari dekat indikator dan manajemen sekolah sehat seperti keberadaan kantin sehat. Berikutnya, adanya poster “No Smoking” dan dipastikan tidak ada puntungan rokok, karena kawasan pendidikan adalah kawasan dilarang merokok.
Juga keberadaan toilet yang bersih dan rapi. Tong sampah dan pemilahan sampah, ruang UKS, dan perolehan prestasi akademik dan non akademik.
Tim penilai juga disuguhkan dengan menampilkan beberapa program unggulan kampanye sekolah sehat, yaitu JUS (Jumat Sehat) Grisda, yang diisi dengan Sapa (Sarapan Pagi), Senam Bersama dan Jumat Bersih. Prestasi yang juga mendukung adalah sekolah ini sudah menyandang predikat sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri.
Soal pengolahan sampah, di SMP PGRI 2 Denpasar para siswa diajak mendaur ulang sampah menjadi barang lebih berguna dan bernilai ekonomis. Karya siswa rutin dipamerkan di internal sekolah bertajuk “Gilas Plastik” (Gerakan Aksi Peduli Sampah Plastik).
Gerakan milenial SMP PGRI 2 Denpasar untuk menjaga lingkungan melalui manajemen pengelolaan sampah dengan baik, sehingga sampah tidak menjadi hal merugikan, tapi justru dapat dikelola dengan baik dan memberikan nilai ekonomis. ‘’Sampah yang tadinya terbuang, dimanfaatkan jadi karya daur ulang yang menarik, indah dan bermanfaat kembali. Dan, para siswa bisa mengerti, peduli, dan bijak mengelola sampah, utamanya sampah plastik,’’ ujar Sri Wahyuni.
SMP PGRI 2 Denpasar juga memiliki Bank Sampah Grisda Berseri yang merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan, khususnya sampah plastik. Bank Sampah Grisda Berseri dikelola OSIS SMP PGRI 2 Denpasar bekerja sama dengan Asosiasi Bank Sampah Indonesia Kota Denpasar.
“Jadi kami memotivasi anak-anak kami untuk gemar menabung sampah,’’ kata Sri Wahyuni.
Ia mengemukakan, peran sinergitas semua warga sekolah dan siswa yang membuat lingkungan bersih dan sehat selalu terjaga. “Termasuk pendidikan karakter keagamaan kita perkuat di sekolah. Seperti kegiatan pasraman sudah menjadi rutinitas di sekolah,” ungkapnya. tra























