DENPASAR – Tim verifikasi Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar atas pengarusutamaan gender.
Demikian disampaikan Tim Verifikator Kementrian PPPA RI, Sally Astuti Wardani, saat memberikan sambutan pada virtual meeting verifikasi dalam rangka pemberian Penghargaan APE Tahun 2020, pada Kamis (18/3/2021).
Dalam kesempatan tersebut hadir Asisten Deputi Bidang Perumusan Kebijakan, Muhammad Ihsan; Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, didampingi Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya.
Verifikasi tahun ini makin berat karena indikator penilaiannya lebih ketat. Hal ini dapat dilihat dari daerah yang diverifikasi tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. “Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Denpasar karena telah mampu mempertahankan prestasi untuk diverifikasi,” ujar Sally Astuti.
Lebih lanjut Sally Astuti mengatakan verifikasi ini untuk mengetahui lebih jauh data dan informasi tentang pengarusutamaan gender, perlindungan perempuan dan perlindungan anak yang dilakukan Pemkot Denpasar.
Menurutnya, sudah banyak kebijakan yang telah dilakukan Pemkot Denpasar, namun apakah telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Itu merupakan salah satu indikator penguat argumen dalam verifikasi ini,” ucapnya.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dalam sambutannya mengatakan pengarusutamaan gender (PUG) bukanlah suatu program atau kegiatan, melainkan suatu strategi.
Strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi suatu dimensi integral mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan untuk mencapai suatu keadilan gender sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.
“Komitmen Pemerintah Kota Denpasar untuk memastikan semua lapisan masyarakat bisa terlibat dalam proses pembangunan sehingga diharapkan pembangunan yang dilaksanakan bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota juga mengatakan, dalam pembangunan di Kota Denpasar keterlibatan tokoh wanita sangat besar sekali, bahkan banyak ide-ide yang muncul terkait penanganan masalah anak, disabilitas, dan pemberdayaan perempuan muncul dari tokoh-tokoh wanita. Termasuk dalam bidang ekonomi, politik, dan pemerintahan banyak tokoh wanita yang telah memegang peranan penting. Ini menandakan telah diberikan kesempatan dan ruang seluas-luasnya untuk kaum perempuan.
Sementara itu, Ketua Pokja PUG Kota Denpasar, I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, mengatakan kriteria atau syarat untuk mengikuti verifikasi ini meliputi adanya komitmen pemerintah, adanya kebijakan, serta adanya sumber daya manusia dan anggaran, tersedia data, alat analisis yang digunakan, dan terakhir peran serta masyarakat atau dunia usaha. Tujuan akhir dari verifikasi ini untuk mengurangi kesenjangan pengarusutamaan gender. rap























