Tiga Pengembang di Buleleng Siap Serahkan PSU

  • Whatsapp
SEKRETARIS Dinas Perkimta Buleleng, Nyoman Suarjana. Foto: rik
SEKRETARIS Dinas Perkimta Buleleng, Nyoman Suarjana. Foto: rik

BULELENG – Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kabupaten Buleleng terus mendata keberadaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang ada di kawasan perumahan agar bisa diserahkan menjadi aset Pemkab Buleleng. PSU yang diserahkan harus dalam kondisi baik atau layak.

Dinas Perkimta Buleleng sebelumnya telah membentuk Tim Verifikasi dan Tim PSU.Ini juga sesuai dengan SK Bupati Buleleng No. 590/387 HK Tahun 2020.Pembentukan tim merupakan tindaklanjut mengingat di beberapa kawasan perumahan yang ada di Buleleng fasilitas umumnya banyak yang tidak layak dan terkesan kumuh.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Perkimta Buleleng, Nyoman Suarjana, mengatakan, saat ini sudah ada tiga pengembang yang mengajukan PSU. Ketiganya berada di wilayah Banyuning, Bungkulan, dan Pengastulan. “Tim sudah turun dan berita acara sudah jalan. Jadi tinggal Pak Sekda tandatangan, baru kami ajukan ke Bagian Keuangan untuk menentukan nilai aset (PSU, red),” kata Suarjana, Rabu (11/11/2020).

Setelah ditentukan nilai asset akan dilanjutkan dengan proses serah terima dari pengembang kepada Pemkab Buleleng. Selanjutnya Bupati Buleleng menyerahkan lagi kepada masing-masing SKPD. Misalnya, jalan ada di ranah Dinas PUTR, sampah ada di ranah DLH, dan lainnya.

Lebih lanjut Suarjana yang didampingi Kabid Perumahan Dinas Perkimta Buleleng, Nyoman Sumiadajana, memaparkan,ada 37 pengembang yang ditelusuri sesuai hasil koordinasi dengan KPK. Tetapi dari jumlah tersebut, hanya tiga pengembang yang siap menyerahkan. Dari tiga pengembang itu, hanya satu yang belum memenuhi syarat.

Baca juga :  Pegawai Positif Corona, Sidang di PN Gianyar Ditunda

“Belum memenuhi syarat itu karena kondisi yang tidak baik seperti jalan rusak. Itu yang di wilayah Desa Pengastulan. Pengembang ini lama sudah buat PSU, jadi kami tidak mau diserahkan PSU yang dalam kondisi tidak baik,” jelas Suarjana.

Ke depan jika ada pengembang lama yang masih membandel dengan tidak melaporkan PSU ke pemerintah, dipastikan sanksi blacklist (daftar hitam) akan menanti. Untuk pengembang baru, sudah dilakukan upaya untuk pelaporan dan penyerahan PSU saat hendak mengurus izin di awal.”Di perizinan ada klausul syarat penyerahan PSU, itu pengembang baru,” imbuhnya.

Seluruh pengembang diharapkan semuanya menyerahkan PSU, tetapi akandilakukan secara bertahap sampai akhir Desember mendatang. Dengan penyerahan PSU menjadi aset pemerintah, kata Suarjana, tentunya akan mempermudah pemeliharaan fasum yang ada di kawasan perumahan. “Pendataan akan terus kami lakukan. Dengan diserahkan, tentu akan mempermudah dalam pemeliharaan sehingga berdampak pada masyarakat,” pungkas Suarjana.

Sebelumnya, Dinas Perkimta Buleleng menargetkan sejumlah PSU untuk diserahkan ke Pemkab Buleleng. Untuk mewujudkan target itu, dibentuk beberapa tim yakni tim verifikasi penyerahan PSU dan tim sekretariat penyerahan PSU sesuai hasil rapat koordinasi dengan KPK. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.