BULELENG – Dari total 149 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Buleleng, terdapat dua desa yang tidak pernah ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua desa tersebut bisa dikatakan sebagai wilayah Zona Hijau Covid-19. Dua desa itu yakni Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan; dan Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Gede Suyasa, Kamis (6/5/2021), usai menerima kunjungan dari tim perwakilan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, bertempat di ruang rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng.
Suyasa mengatakan, evaluasi akan terus dilakukan terhadap desa yang masih memiliki kasus, dengan cara menyandingkan dengan dua desa yang tidak pernah ada kasus virus Corona yaitu Desa Mengening dan Desa Nagasepaha. Tidak menutup kemungkinan, dua desa ini akan dijadikan contoh bagi desa-desa lainnya di Buleleng yang memiliki kasus.
“Nanti dipelajari strategi PPKM seperti apa. Satgas Desa, Satgas Gotong-royongnya seperti apa. Itu yang mungkin perlu disampaikan ke teman-teman desa lainnya yang punya kasus,” kata Suyasa.
Terkait kedatangan dari tim Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, kata Suyasa, lebih menyoroti efektivitas PPKM. PPKM merupakan kunci kesuksesan penanggulangan Covid-19. Selain itu, tracing, test, treatment (3T) harus tetap dilakukan secara masif. Kemudian, PPKM mikro diaktifkan kembali.
“Kalau ada yang hanya bikin posko tapi aktivitas kurang, kami aktifkan kembali. Secara administratif imbauan sudah beredar untuk aktifkan kembali posko itu. Hanya saja praktiknya harus dalam monitor,” ujar Suyasa.
Tenaga Ahli Pendamping Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Nyoman Gede Agus Asrama, menjelaskan, peran posko dan juga kesadaran masyarakat di dua desa itu sudah baik sehingga tidak ada kasus konfirmasi positif. “Ini harus disemai oleh desa-desa yang lain,” katanya.
Agus Asrama menegaskan, vaksin bukan satu-satunya cara untuk menangani pandemi. Faktor yang terpenting adalah masyarakat sadar dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Meski demikian, vaksin juga perlu utamanya untuk lansia karena sangat terdampak apabila lansia terkena atau kontak erat dengan Orang Tanpa Gejala (OTG).
“Vaksin ini juga salah satu program nasional untuk membentuk herd immunity. Ini memang merupakan prioritas untuk wilayah-wilayah yang bersentuhan langsung dengan pariwisata, kemudian kontak erat dengan pendatang. Inilah menjadi salah satu prioritas,” pungkas Agus Asrama. rik























