Tes Wawancara Paslon Pilkada Denpasar Pakai Cara Undian

  • Whatsapp
PARA paslon Pilkada Denpasar saat mengikuti tes tertulis di RSUP Sanglah, Selasa (8/9/2020). Foto: Ist
PARA paslon Pilkada Denpasar saat mengikuti tes tertulis di RSUP Sanglah, Selasa (8/9/2020). Foto: Ist

DENPASAR – Menghadirkan keadilan, dua paslon Pilkada Denpasar memakai cara nomor undian untuk menentukan siapa yang pertama sampai terakhir menjalani tes wawancara psikologi di RSUP Sanglah, Selasa (8/9/2020). Paket IGN Jaya Negara-Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa) mendapat kesempatan pertama dan terakhir, dengan di sela-selanya Ngurah Ambara Putra dan Bagus Kertanegara (Amerta). Kedua paslon mengikuti tes bersamaan hanya saat tes tertulis.

Ngurah Ambara yang dimintai komentar usai tes mengatakan, dia melakoni tes tulis mulai pukul 8.30 sampai 12.00. Setelah pukul 13.00 dilanjutkan tes wawancara selama 40 menit. Bagi dia, materi yang bobotnya lebih besar yakni saat tes wawancara. “Lancar tadi, ada pilihan ganda dan tes gambar. Dalam wawancara ada studi kasus juga. Tapi tim penguji tidak menyampaikan hasilnya ke kami, nanti disampaikan langsung ke KPU Denpasar,” sebutnya.

Baca juga :  Lagi, Bali Tambah 4 Pasien Covid-19 Meninggal, Positif 33 dan Sembuh Bertambah 66 Orang

Jaya Negara yang dihubungi terpisah tidak banyak komentar terkait psikotes itu. Dia hanya berkata tes berjalan lancar. “Tadi jenis tesnya wawancara dan menjawab pertanyaan tentang kepribadian,” ungkap Sekretaris DPD PDIP Bali itu.

Menurut Arya Wibawa, salah satu yang menarik yakni tes tentang kepribadian karakter, dan tes sikap dalam pengambilan keputusan. “Tes sendiri-sendiri, masing-masing calon mendapat alokasi waktu 40 menit. Jam empat sore baru selesai,” tutur anggota DPRD Kota Denpasar tersebut.

Disinggung apa hal menarik saat tes wawancara, dia mendaku ditanya apa yang memotivasi sampai menjadi kandidat. Meski tidak merinci jawabannya, Arya Wibawa menyebut keinginan untuk menyumbangkan pikiran serta tenaga bagi Denpasar, menjadi pemantik memantapkan diri mengikuti kandidasi dan kontestasi. Apalagi partainya memang menugaskan. “Tentunya penugasan partai menjadikan kami harus mengemban amanah itu sebaik-baiknya,” tegasnya.

Baca juga :  Gegara Corona, Perempuan Keluhkan Lubrikasi

Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, berkata psikotes menandakan semua paslon menyelesaikan tahapan pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani. Dia menyebut tidak ada pendampingan saat tes dilakukan, dan KPU hanya memantau prosesnya saja untuk memastikan semua terfasilitasi. Seperti apa hasilnya, Arsajaya bilang akan disampaikan tim penguji ke KPU Denpasar.

“Tes kesehatan itu syarat pendaftaran yang disampaikan ke KPU, termasuk harus bebas narkoba. Tim pemeriksa memiliki parameter yang ditentukan, dan tercantum klausul bahwa bila calon ada pemeriksaan lanjutan akan ditambah ujiannya. Tapi sejauh ini tidak ada pemeriksaan lanjutan,” terangnya.

Lebih jauh diungkapkan, tim penguji akan rapat pleno untuk menentukan hasil kesanggupan paslon untuk memenuhi kesehatan jasmani, rohani, dan bebas narkoba. Tanggal 11 dan 12 September nanti tim penguji wajib menyampaikan berita acara hasil pleno mereka ke KPU. “Intinya, tes ini sebagai indikator apakah calon itu sanggup atau tidak secara jasmani rohani. Tapi hasil pemeriksaan tidak diumumkan ke publik, karena itu termasuk data pribadi yang dikecualikan,” lugas komisioner penghobi lari itu.

Baca juga :  DPC Hanura Klungkung Gembleng Milenial Hanura di Dikpol

Yang diuji, sambungnya, antara lain kemampuan kognitif untuk menilai apakah calon tersebut memiliki kemampuan adaptif dalam mendapat solusi. “Juga kecerdasan emosional untuk mengukur sejauh mana calon mampu mengendalikan emosi saat menghadapi tekanan,” urainya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.