POSMERDEKA.COM, BANGLI – Pemkab Bangli menarget peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari sektor pariwisata pada tahun 2024. Namun, pengelola Desa Wisata Penglipuran di Kelurahan Kubu, Bangli pesimis bisa merealisasikan target pendapatan retribusi pariwisata yang dipatok Pemkab senilai Rp29,7 miliar.
Target tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan kapasitas yang dimiliki saat ini. Pemkab diharap turut melibatkan manajemen dalam penyusunan target pendapatan retribusi tersebut. “Dengan target yang begitu tinggi, kami di pengelola belum mampu memenuhi,” sebut Manajer Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, Senin (2/12/2024).
Lebih lanjut dijelaskan, sampai akhir bulan November 2024, dari target sebesar Rp29,7 miliar yang baru terealisasi Rp25,7 miliar. Dengan kata lain kurang lagi Rp 4 miliar. Sementara pada tahun 2023 manajemen ditarget Rp26 miliar.
Dia memprediksi target tahun 2024 tidak akan bisa tercapai, karena menyisakan waktu hanya sebulan di bulan Desember sama. “Kalau kunjungannya stabil seperti bulan September, paling tidak hanya bisa tembus Rp2 miliar hingga Rp3 miliar,” bebernya.
Dalam upaya mencapai target tersebut, dia mendaku pengelola terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan meningkatkan promosi secara intens ke biro-biro perjalanan hingga pagelaran festival. Selain itu, inovasi dan pengembangan juga dilakukan, seperti dilakukan di kawasan hutan bambu Penglipuran.
“Hal ini memang perlu biaya sangat tinggi, dan itu sudah dilakukan. Namun, realitanya belum bisa kami capai. Kalau kita terus konsisten dengan target yang tinggi, kami khawatir nanti tidak akan bisa mencapai gol menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,” keluhnya.
Menurutnya target yang ditetapkan sejauh ini belum memperhatikan kapasitas yang dimiliki di Desa Penglipuran. Dia menguraikan, dengan target sekarang ini, minimal harus ada kunjungan 3.800 orang per hari. Faktanya, batas maksimal yang dimiliki hanya sampai di 1.600 sampai 2.000 orang per hari. Ini yang mesti kembali didiskusikan bersama.
Karena itu, dia berharap dalam penyusunan target bisa dilibatkan. “Kami berharap manajemen bisa diikutsertakan dalam penyusunan target agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan. Jadi, apa yang menjadi target bisa tercapai, bahkan terlampaui,” pungkasnya. gia
























