Terima Kunjungan DPRD Morowali Utara, Satria Sampaikan Upaya Pemkab Badung Tingkatkan PAD

  • Whatsapp
KETUA Bapemperda, Nyoman Satria (tengah) saat menerima kunjungan dari DPRD Morowali Utara, Senin (22/11/2021). Foto: ist
KETUA Bapemperda, Nyoman Satria (tengah) saat menerima kunjungan dari DPRD Morowali Utara, Senin (22/11/2021). Foto: ist

MANGUPURA – Ketua DPRD Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Barat, Megawati Ambo Asa, bersama rombongan, Senin (22/11/2021) mengunjungi DPRD Badung. Di DPRD Badung, rombongan diterima Ketua Bapemperda, Nyoman Satria; bersama Sekretaris DPRD Badung, Gusti Agung Made Wardika, dan sejumlah staf.

Megawati Ambo Asa didampingi Wakil Ketua Muhamad Syafar serta anggota lainnya, menyampaikan tujuan kunjungannya, ingin melakukan silaturahmi dengan DPRD Badung. Selain itu, pihaknya ingin mendalami kiat-kiat Badung dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kiat mengembangkan sektor pariwisata, serta upaya-upaya untuk mengembangkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Bacaan Lainnya

‘’Kami ingin konsultasi dan ingin tahu kiat-kiat ini sehingga ada ilmu yang kami dapat untuk diterapkan di wilayah kami,’’ ujar Megawati Ambo.

Terkait kiat meningkatkan PAD, Ketua Bapemperda, Nyoman Satria, mengatakan, pihaknya membuka kran investasi ke wilayah Badung. Selain itu, Badung meniadakan pungutan liar (pungli). ‘’Dengan kenyamanan ini, investor berdatangan ke Badung,’’ ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Dengan masuknya investasi ini, ungkap Satria, PAD Badung dari semua sektor masuk. Sebelum Covid-19 melanda, mayoritas PAD Badung yang berjumlah sekitar Rp5,6 triliun dari APBD Rp6,6 triliun berasal dari sektor pariwisata. Namun saat ini di saat pandemi covid-19, katanya, PAD Badung hanya dirancang Rp1,9 triliun dari APBD keseluruhan Rp2,9 triliun.

Baca juga :  Gede Dana Desak Satgas Beri Informasi Valid Kasus Covid-19 di Karangasem

Pendapatan saat ini, ujarnya, lebih banyak dari sektor nonpariwisata seperti bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTD). Saat ini transkasi tanah dan bangunan marak sehingga pendapatan Badung banyak yang berasal dari BPHTB. ‘’Ada salah satu hotel yang kini tengah diperjualbelikan. Jika ini jadi, BPHTB yang masuk mencapai Rp200 miliar dari penjualan hotel tersebut,’’ tegasnya.

Walau saat ini pariwisata internasional telah dibuka untuk 19 negara sejak 14 Oktober 2021, kata Satria, hingga kini belum ada wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Penyebabnya belum adanya penerbangan langsung serta syarat karantina 5 hari yang turun menjadi 3 hari masih menjadi ganjalan.

Terkait dengan UMKM, ujar Satria, Pemkab Badung sangat peduli. Karenanya, Pemkab Badung mendorong UMKM terus berkembang dengan jalan memberikan akses permodalan, memberi pendampingan produksi serta memberikan akses pemasaran.

Untuk permodalan, dalam situasi Covid, Pemkab Badung memberikan bantuan modal kepada pelaku UMKM sebesar Rp2 juta per UMKM. Dengan modal ini, UMKM diharapkan bisa tetap berproduksi.

Sementara untuk akses pemasaran, katanya, Pemkab Badung membuka akses kerajinan untuk dipasarkan kepada fasilitas pariwisata di Badung. Demikian juga dengan UMKM yang bergerak di sektor pangan, hotel dan restoran dipacu untuk menggunakan produksi petani Badung. Seusai tanya jawab, acara ditutup dengan tukar menukar cenderamata. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.