GIANYAR – Bupati Gianyar Made Mahayastra melanjutkan sepak terjangnya membangun Gianyar di tengah pandemi covid-19 ini. Setelah Pasar Seni Sukawati, kemudian revitalisasi pasar-pasar tradisional termasuk Pasar Umum Ganyar yang sedang berjalan, kini berlanjut kepada penataan Lapangan Astina Gianyar sebagai wajah kota yang selama belasan tahun tanpa pernah tersentuh.
Untuk penataan wajah kota, Pemkab Gianyar mengalokasikan APBD 2020 sebesar Rp 22 miliar. Anggaran tersebut dipergunakan untuk pembuatan patung Panca Pandawa yang akan dibangun di setiap pojok lapangan. Kolam air mancur yang akan dibangun di sebelah utara lapangan. Penataan tempat bermain anak-anak, sport center skala kecil. Kabel-kebel yang mengganggu pemandanagan lapangan Astina, akan ditanam di bawah tanah untuk mempercantik tata wajah kota Gianyar.
Saat dikonfirmasi Kamis (11/6/2020), Bupati Gianyar, Made Mahayastra, mengatakan, latar belakang dari penataan ini lantaran lapangan Astina Gianyar, tidak pernah tersentuh perbaikan sejak bertahun-tahun, sehingga tampak kumuh, dan tidak menarik.
Padahal selama ini, lapangan tersebut merupakan wajah Kota Gianyar. ”Ibu kota sudah puluhan tahun tidak pernah dapat perhatian, sangat memprihatinkan dan kota terlihat kumuh. Apalagi digunakan oleh masyarakat umum untuk jalan santai dan olahraga. Ini adalah wajah kota, sehingga harus ditata bagus,” ujarnya.
Terkait anggaran penataan yang relatif besar ini, Mahayastra meminta agar spesifikasi anggarannya ditanyakan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gianyar. Namun politisi PDIP ini menegaskan, setiap material harus menggunakan yang terbaik.
“Coba lihat spechnya apa saja yang menghabiskan biaya besar, itu ada di PU. Kontak saja Pak Karya (Kepala Dinas PU). Tapi saya minta dia harus pakai batu alam yang bagus, pohon yang spesial, dan tempat bermain anak-anak yang bagus, serta setiap kabel harus ditanam di bawah tanah agar kabel tidak merusak pemandangan,” pinta Mahayastra.
Menurutnya, meskipun saat ini dalam situasi pandemi covid-19, pembangunan harus tetap berlanjut. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk pergerakan perekonomian. “Pembangunan harus tetap berjalan, ini juga untuk pergerakan ekonomi. Karena dalam pembangunan, ada transaksi jual beli, ada tenaga kerja, dan sebagainya,” pungkas Mahayastra. yes
























