Tamba: Pembangunan Jalan Tol Jangan Rugikan Masyarakat Jembrana

  • Whatsapp
BUPATI Jembrana terpilih, Nengah Tamba (kedua dari kiri) saat mengikuti sosialisasi pembangunan jalan tol, Rabu (6/1/2021). foto: man

JEMBRANA – Rencana pemerintah membangun jalan tol Denpasar-Gilimanuk hingga kini sudah sampai dengan tahap sosialisasi. Jalan tol Denpasar-Gilimanuk di Jembrana diharapkan jangan sampai merugikan dan mengesampingkan masyarakat yang berada di ujung barat Pulau Bali.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Jembrana terpilih I Nengah Tamba seusai mengikuti sosialisasi pembangunan jalan tol melibatkan kepala desa/lurah dan camat se-Kabupaten Jembrana yang dilaksanakan oleh Konsultan Perencanaan Jalan Tol, Unang Budiana, di Lantai III Kantor Bupati Jembrana, Rabu (6/1/2021).

Bacaan Lainnya

Unang Budiana mengatakan selain melakukan sosialisasi, pihaknya juga sudah dalam tahap penetapan lokasi (penlok) dengan mengakomodasi apa yang diinginkan pemerintah daerah, dimana ruas tol ini melewati tiga kabupaten.

“Sosialisasi ini intinya meneima masukan dari masing-masing kabupaten untuk menetapkan desain tol dan memperkuat penlok untuk mengurangi permasalahan dikemudian hari,” ujarnya.

Budiana menjelaskan, sebelum di Jembrana pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi di dua kabupaten lainnya yaitu Badung dan Tabanan. Untuk mulai pengerjaan proyek tol ini, dimulai dengan melakukan tahapan desain, penetapan lokasi, penetapan desain mendetail, dan terakhir tahap konstruksi yang akan dilakukan di pertengahan tahun ini. Pengerjaan proyek bakal diawali dengan segmen jalur Pekutatan-Soka dalan jarak 30 kilometer.

Baca juga :  Karena Ini, Rektor Unhi Ajak Umat Hindu di Bali Jaga Kerukunan

“Setelah itu, pembangunan jalan tol ini akan kita lanjutkan Soka-Mengwi dan Gilimanuk-Pekutatan. Untuk ruas tol tahun ini dari Mengwi ke Gilimanuk dengan panjang 95,51 KM. Kabupaten Jembrana yang paling panjang sebanyak 64,6 KM, selanjutnya Tabanan sebanyak 30,3 KM, sementara Badung sebanyak 0,711 KM,” jelasnya.

Sementara di sisi lain, Nengah Tamba mengatakan sosialisasi seperti ini harus dilakukan beberapa kali oleh pihak terkait khususnya pemerintah. Hal ini dilakukan agar kepentingan dari semua pihak bisa dipahami. Mulai dari pemerintah yang harus bisa melihat kepentingan masyarakat, dan begitu pula sebaliknya.

“Jika masing-masing pihak belum bisa memahami kepentingan pihak lainnya, harus dilakukan mediasi untuk mengubah diskusi positioning menjadi diskusi kepentingan,” kata Tamba.

Menurutnya diskusi harus berisikan kepentingan seperti apa yang harus dijembatani dan difasilitasi. Pemerintah harus melihat kepentingan masyarakat terdampak proyek dan mencermatinya. Jangan sampai kepentingan masyarakat lepas dari proses sosialisasi dan akomodasi yang tengah dilakukan.

“Saya juga berharap bahwa jalan tol itu nantinya memang dibutuhkan dan bermanfaat terhadap masyarakat Jembrana sehingga tidak meminggirkan masyarakat Jembrana,” tegas Tamba.

Dia mengingatkan, pada dasarnya pembangunan proyek itu harus mengetahui bahwa semua ruang di Bali ada aturannya. Saat ini sudah ada Perda RTRW, jangan sampai kemudian proyek malah membuat kepentingan yang berseberangan.

“Jika itu memang untuk kepentingan masyarakat, maka sebagai pemerintah harus mengikuti. Kemudian hal itu akan menjadi tugas bidang masing-masing dinas untuk dukungan aturan. Apa manfaat tol? Tentu harus sesuai kepentingan masyarakat. Karena ini pekerjaan besar, pasti ada yang ‘menabrak’. Tapi kalau untuk kesejahteraan, maka harus dilakukan,” jelasnya.

Baca juga :  Krama Desa Pakraman Pedahan Kubu Siap Menangkan Dana-Dipa 75 Persen

Dari presentasi pihak terkait jalan tol, menurutnya rancangannya sudah sangat bagus. Terlebih mempertimbangkan tempat suci atau kepentingan umat sudah dibuatkan. Kemudian, ada pertimbangan lintasan satwa.

Juga ada lintasan sepeda gayung, dimana hal itu bisa memberikan warna tersendiri di jalan tol yang akan direalisasikan tersebut. “Bisa menjadi produk destinasi yang ada. Nanti warga luar Bali bisa menyewa sepeda untuk gowes, jadi berapa kilometer itu untuk gowes,” pungkasnya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.