Dinas PUTR Petakan Titik Rawan Banjir di Kota Singaraja

  • Whatsapp
PETUGAS Dinas PUTR Buleleng saat melakukan pembersihan di saluran drainase yang ada di wilayah Desa Baktiseraga usai diterjang banjir, Rabu (6/1/2021). foto: ist

BULELENG – Memasuki musim hujan, wilayah Buleleng rawan bencana banjir terutama di beberapa titik di wilayah Kota Singaraja. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng kini membuat pemetaan di beberapa titik yang rawan terjadi banjir saat musim hujan.

Seperti pada Selasa (5/1/2021), banjir terjadi di beberapa titik wilayah Kota Singaraja akibat hujan deras pada malam hari. Penyebabnya, saluran drainase tersumbat akibat banyak sampah seperti kasur, kayu, dan lainnya yang menyangkut dan menutupi aliran air sehingga air meluap.

Bacaan Lainnya

Adapun titik rawan banjir seperti di daerah Desa Baktiseraga, Jalan Srikandi, Jalan Laksamana, Jalan Pulau Lombok, Jalan Ahamad Yani tepatnya jalan raya utama di depan Perumahan Satelit di Kelurahan Banyuasri, wilayah Mumbul, dan wilayah Kelurahan Kampung Anyar.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mencegah terjadinya banjir. Salah satunya, dengan membentuk pasukan berjumlah 80 orang yang rutin melakukan pembersihan di beberapa drainase yang masuk titik rawan banjir.Kegiatan pembersihan sudah dilakukan sebelum musim hujan datang.

“Sebenarnya untuk drainase sebelum musim hujan sudah kami turunkan petugas membersihkan, yang terbagi di beberapa titik rawan banjir yang sudah dipetakan,” kata Adiptha Ekaputra, Rabu (6/1/2021).

Baca juga :  KPU Wajibkan Paslon Tes Usap Mandiri, Lidartawan Larang Buat Kerumunan Saat Daftar

Banjir yang terjadi di kawasan Kota Singaraja setiap musim hujan, tidak lepas dari banyaknya sampah menyumbat saluran air drainse. Untuk itu, diminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Pasalnya, setiap pasukan lapangan membersihkan saluran drainase masih saja ditemukan sampah menyangkut.

Adiptha Ekapitra mengaku, telah mempersiapkan matang terhadap penanganan banjir yang akan terjadi. “Soal drainase, saya kira sudah cukup, tapi masih saja ada oknum masyarakat membuang sampah sembarangan,” bebernya.

Terhadap banjir yang terjadi pada Selasa (5/1/2021) malam di beberapa titik wilayah Kota Singaraja, dia menegaskan, pasukan drainase telah turun melakukan pembersihan. Seperti di lokasi Kelurahan Kampung Anyar dan Jalan Pulau Lombok. Wilayah tersebut, diakuinya posisinya lebih rendah sehingga rawan banjir.

Selain itu, lokasi tersebut memiliki jumlah penduduk yang cukup padat ditambah drainase sempit. Ke depan, pihaknya akan melakukan pemotongan saluran untuk dibawa ke sungai yang ada dekat dengan lokasi rawan banjir.

“Kami punya strategi nantinya saluran dipotong dan dialihkan ke sungai terdekat seperti dilakukan di Mumbul sebelumnya. Akan tetapi, kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu juga kerjasama masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.