Tak Ada Nama Gubernur NTB Diajukan PKS Jadi Cawapres

KETUA DPP PKS yang juga Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat memberikan pembekalan kepada kader PKS di NTB, beberapa waktu lalu. foto: ist

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, masuk menjadi figur kepala daerah andalan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini. Namun, nama Bang Zul–panggilan karib Gubernur NTB itu, justru tidak diusulkan sebagai kandidat Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam penjajakan koalisi bersama Partai Demokrat dan Partai Nasdem.

Sejauh ini, lima nama kader PKS yang diusulkan, yakni mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan; Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid atau HNW; mantan Gubernur Sumbar dua periode, Irwan Prayitno;, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu; dan Wakil Ketua Majelis Syuro, Mohamad Sohibul Iman.

Read More

Juru bicara PKS, M Kholid, mengatakan, kelima kader internal PKS itu, memiliki sejumlah keunggulan. Ia mengklaim Ahmad sukses memimpin Jawa Barat selama dua periode kepemimpinannya. Lalu, terdapat nama Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid atau HNW. HNW telah memimpin MPR RI selama tiga periode.

‘’Masing-masing partai berhak ajukan aspirasinya. Atau, Irwan Prayitno yang berhasil pimpin Sumatera Barat selama dua periode,’’ ujar Kholid dalam siaran tertulisnya, Rabu (28/9/2022).

Ia mendaku, bahwa selain ketiga tokoh tadi, ada pula nama Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, dan Wakil Ketua Majelis Syuro, Mohamad Sohibul Iman, turut diajukan PKS sebagai cawapres ke calon koalisi. ‘’Aspirasi kader kami ingin kader-kader terbaik kami juga maju dalam kontestasi Pilpres,’’ kata Kholid.

Meski demikian, Kholid turut menghormati aspirasi dari Partai Demokrat dan Partai Nasdem yang berkeinginan mengusung kadernya jadi cawapres. Ia mendengar bahwa Partai Demokrat bakal mengajukan Ketumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai kandidat cawapres.

Sementara Nasdem bakal mengajukan Panglima TNI, Jendral Andika Perkasa; atau Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

‘’Jadi situasinya masih dinamis. Intinya, kita ingin yang terbaik buat rakyat. Yang paling potensial menang, yang paling punya kapasitas memimpin bangsa, yang paling mampu menyatukan seluruh elemen bangsa,’’ jelas Kholid.

Sebagai informasi, PKS, Nasdem dan Demokrat sampai saat ini belum meresmikan bergabung untuk berkoalisi. Mereka masih dalam tahap penjajakan satu sama lain.
Sebelumnya, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengatakan, partainya akan menentukan rekan koalisi sekaligus capres-cawapres yang akan diusung di Pilpres 2024 pada akhir tahun ini.

‘’Harapannya akhir tahun (2022). Kalau nanti harapan PKS ketika kita sudah bentuk koalisi, sekalian capres-cawapres diumumkan, karena kalau koalisi dibentuk terus capres cawapresnya enggak diumumkan, ya nantinya enggak nendang gitu,’’ kata Mardani. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.