DENPASAR – Dalam menyiapkan infrastruktur dan penataan aspek kelembagaan organisasi pemerintahan, empat tahun masa pemerintahan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mendapat nilai tinggi dari DPRD Bali. Hanya, tiada gading yang tak retak, sektor pertanian dan penataan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diparipurnakan duet Koster-Ace.
Wakil Ketua I DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry, Kamis (29/9/2022) mengaku mengikuti langsung pidato empat tahun kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Dia melihat banyak hal yang dijalankan Koster sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, terutama dalam hal penyiapan infrastruktur dan penataan aspek kelembagaan organisasi pemerintahan daerah. “Tetapi ada beberapa hal yang harus lebih mendapat perhatian ke depan, yaitu sektor pertanian, penataan lingkungan dan implementasi perwujudan menuju Bali Organik,” ungkap Ketua DPD Partai Golkar Bali tersebut.
Di sektor pertanian, terangnya, terutama sektor pertanian sawah dan perikanan, nilai tukar petani/NTP di bawah 100 persen. Ini berarti peranan pemerintah mesti lebih ditingkatkan. Begitu pula dengan perlindungan kawasan-kawasan resapan air yang belum terkendali di Bali.
“Pembinaan para UKM pengelola pupuk organik banyak yang belum memperoleh sertifikasi, sehingga produk mereka tidak bisa diserap program pemerintah. Demikian pula dengan program registrasi kebun untuk menunjang ekspor produk hortikultura, belum berjalan baik,” ulas politisi berpostur sentosa itu.
Demi perbaikan pembangunan dan keseimbangan Bali ke depan, Sugawa menyarankan agar anggaran sektor pertanian ditingkatkan. Selain itu pengendalian penataan lingkungan diintensifkan, serta penyiapan lembaga sertifikasi yang didukung SDM dan anggaran yang memadai.
Terkait pembangunan ekonomi, sambungnya, Pemprov diharap lebih siap dan sigap menjaga stabilitas ekonomi daerah. Caranya dengan mengamankan kelancaran jalur distribusi komoditas, mencegah dini spekulan, dan menjaga ketersediaan bahan pokok yang berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya inflasi di daerah.
“Kami tentu terus memberi kritik evaluasi dan solusi, sebagaimana doktrin karya dan kekaryaan yang kami jadikan pegangan di Golkar Bali,” pungkas mantan dosen ekonomi itu.
Di kesempatan terpisah, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Bali, Utami Dwi Suryadi, tidak banyak komentar saat dimintai tanggapan mengenai empat tahun kepemimpinan Koster-Ace. Dia hanya mengucapkan selamat kepada paket yang dijagokan PDIP dan koalisinya itu sudah empat tahun menakhodai Pemprov Bali. “Capaian yang sudah bagus supaya ditingkatkan. Yang belum bagus agar segera diperbaiki,” cetusnya tanpa merinci lebih jauh apa “yang bagus” dan apa yang “belum bagus” sesuai pandangannya. hen
























