POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Bertugas menjabat Pangdam IX/Udayana di tengah tahun politik, Mayjen TNI Harfendi memegang tanggung jawab besar atas keamanan situasi politik di wilayah kerjanya. Mengawal Pemilu 2024 yang dipastikan ada friksi dalam skala besar atau kecil, Pangdam mengajak kalangan pers menjaga kesejukan di masyarakat melalui pemberitaan. Ajakan itu disampaikan saat ramah-tamah dengan sejumlah pimpinan redaksi media massa di Kodam Udayana, Senin (25/9/2023).
“Ini tahun politik, saya berharap media agar membawa kesejukan ke publik. Kalau tidak pandai mengelola, bisa berantakan Indonesia ini,” pinta alumnus Akabri Darat 1989 tersebut dalam sambutannya.
Dia menuturkan, masyarakat di bawah bisa mati-matian membela calon yang disukai atau dipilih. Padahal pada saat yang sama jajaran elite di atas sangat cair komunikasinya. Belum semua masyarakat bisa mengikuti dinamika politik dengan baik, dan kondisi itu rentan dengan pembelahan publik. Ketika geliat politik ini tidak dikelola dengan baik, sambungnya, Indonesia bisa seperti Yugoslavia yang kini terpecah belah menjadi negara-negara kecil.
“Kita jangan sampai seperti negara Balkan itu. Dulu kita ada pengkotak-kotakan oleh penjajah, jangan sampai sekarang di pemilu ada pengkotak-kotakan juga. Apalagi diadu domba,” pesannya.
Lebih jauh disampaikan, kehidupan berbangsa di Indonesia dengan aneka suku dan agama memang pluralis. Tugas kita bersama untuk menjaga keberagaman tersebut. Urusan politik tidak harus bikin terpecah, karena bisa diselesaikan di tingkat warung kopi. “Yang pasti TNI tetap netral dalam politik praksis,” tegasnya.
Kasdam Udayana periode 2021-2022 itu berpandangan, pers saat ini hidup bebas sebagai buah dari reformasi 1998. Tidak seperti pada era Orde Baru, pers mudah dibredel jika beritanya tidak sesuai selera penguasa. Karena itu Pangdam menyilakan pers untuk menulis apa adanya terkait kegiatan atau dinamika di lingkungan Kodam Udayana.
“Jika ada berita silakan konfirmasi, ehh klarifikasi ke Kapendam. Saya hanya mengimbau agar kebebasan (pers) itu tetap menyejukkan,” sambungnya sembari tersenyum.
“Ada belasan ribu prajurit di wilayah Kodam Udayana. Jika ada prajurit kami yang miring-miring (dalam politik praksis) silakan dilaporkan ke komandan satuan,” pinta mantan Korsahli Panglima TNI tersebut menandaskan. hen
























