TABANAN – Baru sebulan diberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM), para siswa kini kembali harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Begitu juga yang diberlakukan di Kabupaten Tabanan, mulai Jumat (4/2/2022).
Situasi pembelajaran yang mendadak daring lagi itu, khususnya untuk siswa SD dan SMP, diakui Kadis Pendidikan Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama. Menurutnya, hal itu dilaksanakan berdasarkan instruksi Surat Gubernur Bali melalui Bupati Tabanan.
“Instruksi tersebut tentu dengan mencermati kondisi dan perkembangan Covid-19. Soal berapa lama PJJ ini, kami belum bisa menentukan, sampai menunggu instruksi lebih lanjut,” ungkap Darma Utama.
Ketika ditanya apakah ada penyebaran virus tersebut karena klaster sekolah, dia mengatakan bahwa hal itu tidak ada.
“Yang ada adalah dari klaster keluarga, namun untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu, juga sudah dilakukan tracing ke beberapa orang. Kecuali seperti yang dikabarkan ada sekolah di tingkat SLTA di Selemadeg Timur itu, ada beberapa siswa dan guru yang terpapar,” ujarnya.
Terkait PJJ yang diberlakukan saat ini, Darma Utama minta kepada semua jajaran satuan pendidikan agar melaksanakan pembelajaran secara daring yang efektif. Selain itu, juga kesiapan melaksanakan daring, dan memastikan semua siswa bisa mengikuti pola pembelajaran tersebut.
“Para guru harus melakukan PJJ ini dengan kreativitas dalam pola pembelajaran. Juga kunjungan ke rumah siswa dengan membangun kelompok belajar anak,” tegasnya.
Sementara pantauan di lapangan, pemberlakuan PJJ juga diterapkan para siswa SMA dan SMK di Tabanan. Suasana sekolah pun kembali sepi, tak seperti ketika PTM diberlakukan.
Terkait instruksi pemberlakuan PJJ, khususnya bagi siswa SD dan SMP, ternyata tidak semua siswa atau orang tua murid yang mengetahui pengumuman perubahan dari PTM ke PJJ lagi itu.
Pengumuman disampaikan pada tengah malam melalui grup WA, namun ada juga yang disampaikan ketika beberapa siswa sudah datang ke sekolah.
“Pengumuman baru disampaikan di sekolah, sehingga siswa harus pulang kembali ke rumah untuk mengikuti pembelajaran secara daring,” ujar Ayu, salah satu siswa SMP di Tabanan. Hal senada dikatakan beberapa siswa dari sekolah lain. gap























